7 Macam Gaya Belajar Anak Masa Kini

aplikasi ujian online

Makin ke sini, makin banyak inovasi yang dilakukan di dunia yang serba cepat ini. Salah satu yang selalu memiliki inovasi besar adalah dunia pendidikan. Rasanya setiap hari ada saja ide baru dan segar untuk diterapkan sebagai upaya belajar. Perkembangan teknologi dan kemudahan akses informasi telah merubah gaya anak dalam belajar. 

Gaya belajar merupakan ciri khas yang dimiliki oleh anak dalam merespon pembelajaran atau pengetahuan baru yang diterimanya. Setiap anak memiliki gaya belajar yang berbeda bergantung pada hal-hal yang membuat mereka nyaman dalam belajar.

Lalu apa saja gaya belajar masa kini yang biasa digunakan anak? Berikut informasinya.

Macam Gaya Belajar Anak Masa Kini

1. Gaya Belajar Visual

Gaya belajar ini umumnya dipilih oleh anak-anak yang memiliki kecenderungan menyukai hal-hal rapi dan melakukan sesuatu dengan teratur. Sesuai dengan namanya, gaya belajar visual banyak menggunakan indera penglihatan. Umumnya, anak-anak yang memiliki gaya belajar ini ingin melihat secara langsung materi yang tengah dipelajari.

Hal-hal yang dikemas secara visual lebih menarik dan mudah menempel di memori. Dengan kecanggihan teknologi, menggunakan gaya belajar ini bukanlah suatu hal yang sulit. Saat ini sudah banyak media visual yang bisa membantu proses pembelajaran lebih efektif dan menyenangkan.

2. Gaya Belajar Auditori

Anak yang memilih gaya belajar ini biasanya memiliki indera pendengaran yang lebih baik dan terfokus. Mereka memilih memahami suatu materi dengan cara mendengarkan. Gaya belajar ini juga dapat dikatakan unik sebab anak-anak akan meminta untuk dibacakan materi ujian ataupun mendengarkan rekaman untuk lebih memahami pelajaran. Gaya belajar auditor berkaitan dengan proses membaca hingga menghafal. 

Anak dengan gaya belajar ini juga memiliki kecenderungan untuk sukses di bidang musik, sebab memiliki sense yang baik terhadap nada dan ritme.

3. Gaya Belajar Kinestetik

Sering melihat anak yang cenderung sulit diam saat belajar? Tenang, itu bukanlah hal yang mengkhawatirkan, melainkan anak tersebut justru sedang menerapkan gaya belajar kinestetik. Gaya belajar ini efektif bagi anak yang suka bergerak, meskipun tidak banyak yang menggunakannya. 

Untuk mengoptimalkan proses belajar dengan gaya ini, orang tua atau guru bisa menyiapkan alat peraga sebagai salah satu pendukung untuk membantu kegiatan belajar.

4. Gaya Belajar Analitik

Gaya belajar ini menempatkan anak untuk memandang sesuatu dengan lebih teliti dan terperinci. Gaya belajar analitik membantu anak dalam mengerjakan sesuatu secara bertahap. Anak yang menggunakan gaya belajar ini terbiasa menilai suatu masalah berdasarkan fakta dan data, sehingga logika berpikirnya bisa dibilang cukup tinggi. 

Gaya belajar ini memungkinkan anak untuk selalu fokus dan mengerjakan satu tugas hingga selesai, baru dilanjutkan dengan tugas yang lain. Oleh karena itu, orang tua perlu mengambil peran untuk membuatkan jadwal yang terstruktur bagi anak.

5. Gaya Belajar Global

Gaya belajar global membantu anak memahami lingkungan sekitar secara menyeluruh. Anak juga lebih mudah dalam mengartikan hal-hal tersirat dengan jelas menggunakan bahasanya sendiri. Gaya belajar ini mendorong anak untuk tumbuh menjadi sosok yang peka akan sekitar dan perubahan yang terjadi di sekitarnya. 

Namun ada kekurangan yang dimiliki anak yang suka dengan gaya belajar ini, adalah mudah bosan dan kurang rapi. Oleh karena itu, orang tua dan guru dianjurkan untuk sering memberikan motivasi sebelum anak melakukan sesuatu.

6. Gaya Belajar Solitary

Selain anak yang sulit diam dalam belajar, ada juga anak yang justru memilih keadaan hening sebagai gaya belajarnya. Gaya belajar ini disebut gaya belajar solitary. Anak dengan gaya belajar ini lebih tertarik untuk mencari informasi yang dibutuhkan melalui buku ataupun internet. 

Gaya belajar solitary menjadikan anak lebih mandiri sebab mereka mampu mencari apa yang dibutuhkannya sendiri. Namun, pada jenjang sekolah dasar, gaya belajar ini kurang cocok diterapkan. Namun apabila memang terdapat anak dengan gaya belajar ini maka orang tua dan guru harus memastikan bahwa setiap informasi yang diakses oleh anak adalah aman. 

7. Gaya Belajar Logika

Anak yang menggunakan gaya belajar ini memiliki kecenderungan untuk mengklasifikasikan dan mengkategorikan sesuatu untuk bisa memahami suatu pelajaran. Umumnya, anak yang menyukai gaya belajar logika adalah mereka yang menyukai pelajaran eksakta seperti matematika. Jika terdapat suatu masalah, maka anak dengan gaya belajar ini akan menyelesaikannya dengan pendekatan logika.

Anak dengan tipe belajar logika tidak terlalu menyukai pelajaran menghafal, sebab mereka lebih tertarik pada hal-hal menantang yang bersifat problem solving skill. Untuk bisa mengasah kemampuan logika anak, orang tua dan guru bisa memberikan stimulus berupa kegiatan belajar yang berkaitan dengan penggunaan kemampuan logika.

Itulah tadi 7 macam gaya belajar masa kini yang bisa digunakan oleh anak. Apapun pilihan anak, tetap hargai itu. Sebab setiap anak memiliki keunikan masing-masing termasuk gaya belajarnya. Jika bapak/ibu orang tua atau guru ingin mengetahui gaya belajar yang cocok dengan anak, sangat bisa untuk melakukan tes gaya belajar bagi anak. Dengan gaya belajar yang cocok, anak menjadi lebih optimal dalam menerima informasi yang diterima.

Bagi bapak/ibu guru juga siswa yang tidak ingin bosan dengan proses pembelajaran yang itu-itu saja, maka bisa mencoba apikasi Ujione. Aplikasi ini memberikan kemudahan dalam kegiatan belajar dan ujian. Fiturnya yang menarik dan keberadaannya yang bisa diakses di mana saja, membuat pengguna tidak akan kerepotan. Tersedia uji coba gratis selama 30 hari bagi Anda dan kalian yang ingin mencoba pengalaman baru belajar dan ujian menggunakan Ujione.

Mudah mengadakan ujian online serentak dengan Ujione
Dilengkapi juga dengan Quiz, Tugas serta Bank Soal

Trial 30 Hari. Daftar Sekarang
© Copyright Oleh PT Jetorbit Teknologi Indonesia.
PT Jetorbit - Jln Godean KM 4,5. Ruko Godean Permai KAV 3, Sleman, DI Yogyakarta, Indonesia