Apa Itu Metode Pembelajaran Role Playing?

Seperti yang kita tahu, ada banyak sekali jenis metode pembelajaran yang bisa digunakan guru untuk mengajar. Salah satunya adalah metode pembelajaran role playing (bermain peran). Sesuai namanya, metode ini dibuat dengan tujuan untuk meningkatkan kreativitas siswa sebab pada metode ini, siswa diminta untuk menjalankan peran-peran tertentu.

Pengertian Metode Pembelajaran Role Playing

Berikut adalah beberapa pengertian metode role playing menurut ahli, di antaranya:

  1. Djamarah (2010), mengatakan bahwa model role playing (bermain peran) dapat dikatakan sama dengan sosiodrama, di mana dasarnya adalah mendramatisasikan tingkah laku dalam hubungannya dengan masalah sosial. 
  2. Mulyono (2012), menyebutkan bahwa metode bermain peran adalah metode pembelajaran yang ditujukan untuk mengkreasi peristiwa sejarah, aktual, atau kejadian-kejadian yang mungkin muncul pada masa mendatang.
  3. Santoso (2011), mendefinisikan role playing sebagai metode belajar yang di dalamnya siswa diminta untuk mendramatisasikan dan mengekspresikan tingkah laku, ungkapan, gerak-gerik seseorang dalam hubungan sosial antarmanusia. 
  4. Uno (2012), mengatakan bahwa model pembelajaran bermain peran atau role playing dipelopori oleh George Shaftel yang memiliki asumsi bahwa dengan bermain peran siswa akan mendapatkan dorongan untuk mengekspresikan perasaan serta mengarahkan pada kesadaran melalui keterlibatan spontan yang disertai analisis pada situasi permasalahan kehidupan nyata.
  5. Menurut Wahab (2009), metode bermain peran adalah berakting sesuai dengan peran yang telah ditentukan terlebih dahulu untuk tujuan-tujuan tertentu. Metode ini bagi Wahab dapat menciptakan situasi belajar berdasarkan pengalaman dan menekankan dimensi tempat dan waktu sebagai bagian dari materi pelajaran.

Dari beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa metode pembelajaran role playing merupakan sebuah metode yang berusaha menghadirkan peran-peran yang ada dalam dunia nyata ke dalam suatu pertunjukan peran di dalam kelas. Kegiatan tersebut juga diharapkan mampu menjadi bahan refleksi bagi siswa agar dapat memberikan penilaian terhadap pembelajaran yang telah dilaksanakan serta mampu memberikan saran bagi pengembangan peran-peran tersebut.

Metode pembelajaran role playing ini juga mampu meningkatkan pengalaman belajar siswa seperti kemampuan kerjasama, komunikasi, memecahkan masalah, hingga menginterpretasikan suatu kejadian. Melalui metode ini, siswa diharapkan mampu mendapatkan hubungan-hubungan antarmanusia dengan cara memperagakan dan mendiskusikannya.

Kelebihan dan Kekurangan Metode Pembelajaran Role Playing

Setiap metode pembelajaran pastilah memiliki kelebihan dan kekurangan, termasuk dengan metode pembelajaran role playing ini. Berikut adalah kelebihan dan kekurangan metode bermain peran.

Kelebihan Role Playing

  1. Metode pembelajaran ini mampu menarik perhatian siswa sehingga menciptakan suasana kelas yang lebih dinamis.
  2. Siswa yang belajar dengan metode ini akan terus mengingatnya dalam waktu yang lama. Hal ini karena metode ini memberikan pengalaman yang menyenangkan juga memberi pengetahuan yang melekat dalam memori otak.
  3. Siswa dapat belajar secara langsung karena harus memerankan suatu karakter yang berkaitan dengan materi pelajaran.
  4. Membangkitkan semangat belajar dan optimisme dalam diri siswa serta menciptakan rasa kebersamaan.
  5. Melatih kreatifitas dan inisiatif siswa.

Kekurangan Role Playing

  1. Tidak semua siswa dapat terlibat dan memiliki pengalaman bermain peran sehingga dikhawatirkan akan terjadi kesenjangan.
  2. Memerlukan waktu dan persiapan yang panjang untuk memahami materi pelajaran yang dipilih sehingga menjadi pertunjukan yang baik dan edukatif.
  3. Membutuhkan tempat dan luas dan media pembelajaran yang memadai, sedangkan ruang kelas umumnya memiliki ukuran yang kecil sehingga dikhawatirkan menjadi tidak maksimal.
  4. Berpotensi mengganggu kegiatan belajar kelas lain.

Langkah-langkah metode Pembelajaran Role Playing

Menurut Uno (2012), terdapat beberapa langkah dalam pelaksanaan model pembelajaran bermain peran, di antaranya:

1. Persiapan

Langkah pertama yang dilakukan sebelum memulai metode pembelajaran adalah persiapan. Persiapan ini bisa berupa memperkenalkan siswa dengan sebuah kasus terkait materi yang dipelajari. Di tahap ini, guru juga bisa memberikan motivasi kepada siswa agar lebih bersemangat dalam mengikuti pembelajaran dengan metode ini. Hal ini penting dilakukan karena pembelajaran melibatkan siswa secara aktif sehingga siswa yang penuh semangat dan motivasi akan sangat mendukung keberhasilan pembelajaran dengan metode role playing ini.

2. Memilih Peran

Pada tahap ini, guru mulai mendeskripsikan karakter yang ada dan memilih siapa saja yang akan memainkan peran-peran yang tersedia. Pemilih peran ini bisa dilakukan dengan cara musyawarah. Ada baiknya lagi jika guru memberikan kesempatan pada siswa yang berminat untuk mengajukan dirinya sendiri. Hal ini diharapkan mampu membuat siswa lebih percaya diri.

3. Menata Ruang Kelas

Setelah memilih perah, saatnya mendekorasi ruangan. Pada tahap ini, guru dan siswa bisa bersama-sama menata ruang kelas sebagai tempat pertunjukan. Di tahap ini pula, kita bisa membangun kerjasama antara guru dengan siswa maupun siswa dan teman sebayanya.

4. Menyiapkan Pengamat

Pengamat dipersiapkan secara matang dan terlibat dalam cerita yang akan dimainkan agar semua peserta didik turut mengalami dan menghayati peran yang dimainkan dan aktif mendiskusikannya. Peran pengamat ini juga mampu meningkatkan kemampuan analisis siswa.

5. Memainkan peran

Tahap selanjutnya adalah memainkan peran. Setelah siswa memahami karakter dan membaca garis besar cerita yang akan ditampilkan, maka selanjutnya adalah memainkan peran tersebut. Di tahap ini, guru bertugas mengawasi dan mengarahkan siswa. Guru juga dapat menghentikan drama apabila sudah dianggap cukup mampu menyampaikan isi materi yang seharusnya diberikan kepada siswa.

6. Diskusi dan evaluasi

Setelah memainkan peran, maka langkah berikut adalah menganalisis hasilnya. Sebelumnya, siswa yang terlibat menjalankan peran diminta untuk mengemukakan perasaan mereka tentang peran yang dimainkan. Selanjutnya, guru membuka diskusi dengan melontarkan sebuah pertanyaan kepada siswa.

7. Berbagi Pengalaman dan Menyimpulkan

Pada tahap ini siswa menyampaikan pengalamannya selama mengikuti metode pembelajaran role playing ini. Setelahnya siswa diminta untuk membuat kesimpulan terkait materi yang mereka pelajari dengan cara bermain peran.

Nah, itulah tadi informasi terkait metode pembelajaran role playing. Bapak/ibu guru bisa juga mencoba metode ini untuk pembelajaran di kelas. Semoga informasi dari kami bisa membantu dan tujuan kegiatan belajar yang diharapkan bisa terlaksana dengan maksimal. Semangat mengajar!!!!

© Copyright Oleh PT Jetorbit Teknologi Indonesia.
PT Jetorbit - Jln Godean KM 4,5. Ruko Godean Permai KAV 3, Sleman, DI Yogyakarta, Indonesia