Cari Tahu Apa itu Pendidikan Multikultural

Semboyan Bhineka Tunggal Ika dibuat untuk mempersatukan bangsa yang penduduknya berbeda-beda. Namun dalam implementasinya, masih saja ada yang sulit menerima adanya perbedaan, termasuk dalam tingkat satuan pendidikan. Hal tersebut tentu menjadi pekerjaan rumah yang cukup besar mengingat siswa atau generasi muda adalah aset masa depan. Oleh karena itu, penting bagi satuan atau lembaga pendidikan untuk menekankan pendidikan multikultural. Lalu apa sih pendidikan multikultural itu? Yuk simak ulasannya.

Pengertian pendidikan Multikultural

Sesuai dengan namanya, pendidikan multikultural menekankan kepada siswa pentingnya menghargai keberagaman atau heterogenitas, mulai dari suku, budaya, etnis, agama, dan sebagainya. 

Pendidikan multikultural ini termasuk salah satu pendidikan yang penting diajarkan kepada siswa bahkan sejak dini. Hal ini bertujuan agar anak atau siswa bisa hidup berdampingan dengan perbedaan dan mampu menjadi generasi yang toleransi terhadap banyaknya keberagaman. Pendidikan multikultural pertama kali diajarkan di lingkup keluarga dan berkembang hingga ke lingkup sekolah dan masyarakat yang lebih luas.

Tujuan Pendidikan Multikultural

Adapun tujuan dari pendidikan multikultural antara lain:

  1. Memaksimalkan fungsi sekolah dalam menghadapi keberagaman siswanya.
  2. Melatih siswa untuk bersikap positif terhadap perbedaan mulai dari perbedaan suku, etnis, budaya, agama, dan kelompok yang berbeda dengan dirinya.
  3. Mengasah keterampilan sosial siswa dalam berinteraksi di lingkungan yang heterogen.
  4. Mengajarkan kepada siswa akan pentingnya keberagaman dan cara menghargai perbedaan.
  5. Melatih siswa untuk menerapkan hidup damai dalam keberagaman.

Manfaat Pendidikan Multikultural

Adapun manfaatnya adalah sebagai berikut:

  1. Siswa menjadi lebih leluasa dalam mengekspresikan kreativitasnya tanpa khawatir akan mendapatkan perlakukan diskriminasi.
  2. Siswa menjadi terlatih dalam menyikapi berbagai keberagaman yang ada di lingkungan sekitar.
  3. Memotivasi siswa untuk menjadi agen perubahan sosial yang nantinya bisa menghapuskan tindakan rasial ataupun etnosentrisme.

Dimensi Pendidikan Multikultural

Menurut James Banks, terdapat lima dimensi pada pendidikan multikultural. Dimensi tersebut bisa membantu guru dalam menyikapi perbedaan siswa-siswanya karena saling berkaitan. Adapun dimensi yang dimaksud adalah sebagai berikut:

1. Dimensi Integrasi

Dimensi integrasi memuat kecakapan guru yang diharapkan mampu mengintegrasikan materi-materi yang berbeda menjadi satu kata kunci yang sama. Hasil integrasi tersebut selanjutnya dimasukkan ke dalam kurikulum dengan penambahan materi multikultural.

2. Dimensi Konstruksi

Dimensi ini lebih mengarah kepada pemahaman siswa yang dipengaruhi oleh pengetahuan yang diterimanya.

3. Dimensi Pengurangan Prasangka

Dimensi ini merupakan dimensi yang melibatkan peran guru dalam menghilangkan berbagai prasangka akan suatu ras, agama, maupun etnis. Pada dimensi ini, guru diharapkan mampu membentuk perilaku positif para siswa saat menghadapi heterogenitas di sekolah. Misalnya, seorang siswa bersikap rasis pada temannya yang berbeda suku. Dalam hal ini, guru harus bisa membuka wawasan siswa  dengan cara membaurkan mereka disertai pembahasan tentang indahnya keberagaman dan perbedaan kelompok.

4. Dimensi Pendidikan yang Sama

Dimensi ini diwujudkan dengan cara membiasakan kegiatan kerja sama antarsiswa. Pada dimensi ini guru diharapkan untuk mengurangi kegiatan atau perilaku kompetitif agar siswa semakin mudah dalam berbaur dan menerima perbedaan dengan banyaknya ragam teman yang ada di dalam kelas.

5. Dimensi Pemberdayaan Budaya Sekolah dan Struktur Sosial

Dimensi ini tidak bisa dilakukan secara instan. Meski begitu dimensi ini akan mudah dilakukan jika guru dan siswa selalu terlibat secara aktif. Guru diharapkan mampu memberdayakan siswa-siswa yang memiliki latar belakang berbeda-beda.

Itulah tadi ulasan terkait pendidikan multikultural. Kami harap, sekolah maupun lembaga pendidikan mampu menerapkan pendidikan multikultural untuk menghasilkan generasi yang memiliki rasa tenggang rasa dan toleransi yang besar. Semoga anak-anak didik kita memiliki pemikiran terbuka dan tidak membeda-bedakan sekitarnya berdasarkan suku, budaya, ras, etnis, agama, dan perbedaan-perbedaan lainnya.

© Copyright Oleh PT Jetorbit Teknologi Indonesia.
PT Jetorbit - Jln Godean KM 4,5. Ruko Godean Permai KAV 3, Sleman, DI Yogyakarta, Indonesia