4 Cara Meminimalisir Kecurangan dalam Ujian Online

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin

Pembelajaran jarak jauh yang masih berlangsung hingga hari ini, mau tidak mau membuat segala kegiatan sekolah diadakan secara online. Salah satu kegiatan penting dalam proses pembelajaran yaitu evaluasi dan penilaian. Kegiatan penilaian ini tidak bisa diabaikan begitu saja, sebab meski pembelajaran dilaksanakan tanpa tatap muka, mengetahui hasil belajar siswa tetaplah diperlukan.

Ujian online menjadi pilihan di tengah situasi seperti sekarang ini. Guru yang terbiasa memberikan ujian secara konvensional beralih menggunakan sistem online. Mencari platform yang tepat untuk pelaksanaan ujian. Siswa pun sama adanya. Mereka beradaptasi dengan pola ujian yang baru yang mungkin selama ini jarang mereka temui.

Namun, menjalankan ujian baik secara offline maupun online, kita selalu dihadapkan dengan fenomena kecurangan dalam ujian. Berikut ini, adalah beberapa cara untuk meminimalisir kecurangan siswa ketika sedang mengerjakan ujian secara online.

Cara Meminimalisir Kecurangan Dalam Ujian Online

1. Menggunakan Aplikasi Ujian Online yang Memiliki Fitur Bank Soal

Dengan memilih aplikasi ujian online yang memiliki fitur bank soal, guru dapat membuat dan menggunakan lebih banyak soal yang bisa digunakan berkali-kali di kelas yang berbeda. Tipe soal yang dibuat bisa menyesuaikan kebutuhan materi pelajaran yang telah disampaikan.

2. Melakukan Acak Soal

Pada sebuah aplikasi ujian online, biasanya disediakan fitur acak soal. Fitur ini sangat membantu untuk meminimalisir tingkat kecurangan. Guru bisa mengaktifkan fitur ini supaya urutan soal yang dikerjakan oleh setiap siswa bisa berbeda-beda. Tidak hanya urutan soal saja yang diajak, kita juga bisa mengacak bagian pilihan jawaban. Dengan begitu, kejadian yang dikhawatirkan seperti, siswa bertanya pada siswa lainnya bisa lebih diminimalisir.

3. Mengaktifkan Fitur Pengaturan Waktu

Mengatur waktu pengerjaan sejak mulai hingga berakhir dapat mengurangi resiko kecurangan. Siswa menjadi fokus dalam mengerjakan karena mengetahui waktu yang dimiliki terbatas. Mereka tidak akan bisa mengerjakan jika waktu telah habis, karenanya kesempatan yang semula hendak digunakan untuk berbuat curang menjadi semakin sempit.

4. Memberikan Peringatan dan Denda Kepada Pelaku Kecurangan

Meski terkesan konvensional, upaya ini dirasa perlu diterapkan untuk membuat para pelakunya jera. Meski hidup berdampingan dengan kecanggihan teknologi, namun menanamkan nilai-nilai kejujuran pada siswa masih sangat diperlukan. Hal tersebut yang nantinya membawa siswa-siswa tidak hanya pandai dalam bidang akademik, namun juga memiliki sikap yang baik.

Demikian tadi adalah 4 cara yang bisa diterapkan untuk meminimalisir tingkat kecurangan dalam mengerjakan ujian online. Para pengajar sekalian, apakah sudah menerapkan cara-cara di atas? Atau justru punya cara jitu yang lainnya? Apapun caranya semoga kita selalu bisa melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi membawa sifat jujur dalam kesehariannya.