4 Standar Kompetensi Guru yang Harus Dimiliki Pengajar

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Dalam proses pembelajaran, guru memegang peranan yang sangat penting. Bisa dikatakan pula bahwa guru adalah pilar pendidikan. Oleh karena itu, keberhasilan pendidikan di suatu negara sangat dipengaruhi oleh peran para guru. Seiring dengan perkembangan zaman, tantangan yang dimiliki guru pastilah semakin besar Oleh karena itu, seorang guru dan calon guru harus memiliki kompetensi yang mumpuni dalam menjalankan tugas dan fungsinya.

Pada UU No. 14 Th. 2005 Pasal 8, dituliskan beberapa hal yang wajib dimiliki oleh guru dan juga dosen, yaitu:

  1. Kualifikasi Akademik, minimal lulus jenjang pendidikan Sarjana atau Diploma 4.
  2. Kompetensi, yang akan ditekankan lagi pada saat pendidikan profesi guru.
  3. Sertifikat Pendidik, diberikan setelah melaksanakan sertifikasi guru dan dinyatakan sudah bisa memenuhi standar profesional.
  4. Sehat Secara Jasmani dan Rohani.
  5. Memiliki Kemampuan, untuk mendukung terwujudnya Tujuan Pendidikan Nasional.

4 Standar Kompetensi yang Harus Dimiliki Guru

Pada poin nomor 2 mengenai kewajiban yang harus dimiliki guru, disebutkan bahwa guru atau calon guru harus memiliki kompetensi guru. Kompetensi guru ini wajib dimiliki untuk menunjang tugas profesional sebagai guru. Undang-undang menyebutkan ada 4 kompetensi yang wajib dimiliki seorang guru, antara lain:

1. Kompetensi Pedagogik

Kompetensi pedagogik adalah kemampuan atau keterampilan guru dalam mengelola proses pembelajaran atau interaksi belajar mengajar dengan peserta didik. Terdapat 7 aspek dalam kompetensi pedagogik yang wajib dikuasai, di antaranya

  • Karakteristik Peserta Didik

Guru diharapkan mampu menyesuaikan diri untuk membantu pembelajaran pada setiap peserta didik. Karakteristik yang perlu dilihat meliputi aspek intelektual, emosional, sosial, moral, fisik, dll.

  • Teori Belajar dan Prinsip Pembelajaran yang Mendidik

Guru harus mampu menjelaskan teori pelajaran dengan jelas terhadap siswa dengan menerapkan pendekatan, strategi, teknik, dan metode kreatif yang mampu membuat siswa mudah memahami pelajaran.

  • Pengembangan Kurikulum

Guru harus bisa menyusun silabus dan RPP sesuai dengan ketentuan dan kebutuhan. Mengembangkan kurikulum mengacu pada relevansi, efisiensi, efektivitas, kontinuitas, integritas, dan fleksibilitas.

  • Pembelajaran yang Mendidikan

Guru tidak hanya mampu menyampaikan materi pelajaran, namun juga melakukan pendampingan. Materi pelajaran dan sumber materi harus bisa dioptimalkan untuk mencapai tujuan tersebut.

  • Pengembangan Potensi Peserta Didik

Setiap peserta didik memiliki potensi yang berbeda-beda. Guru harus mampu menganalisis perbedaan tersebut dan menerapkan metode pembelajaran yang sesuai, supaya setiap peserta didik bisa mengaktualisasikan potensinya.

  • Cara Berkomunikasi

Guru harus bisa berkomunikasi dengan efektif saat menyampaikan pembelajaran. Guru juga harus berkomunikasi dengan santun dan penuh empati kepada peserta didik.

  • Penilaian dan Evaluasi Pembelajaran

Penilaian pembelajaran tidak hanya untuk mengukur hasil belajar tetapi juga mengukur proses belajar. Sedangkan evaluasi terhadap efektivitas pembelajaran juga harus dilakukan untuk memastikan kegiatan belajar sudah berjalan dengan baik, berada pada jalur yang tepat, dan bisa dilakukan perbaikan-perbaikan jika ada hal yang perlu diperbaiki.

2. Kompetensi Kepribadian

Kompetensi kepribadian guru berkaitan dengan karakter personal. Indikator yang mencerminkan kepribadian positif seorang guru adalah supel, sabar, disiplin, jujur, rendah hati, berwibawa, santun, empati, ikhlas, berakhlak mulia, dan selalu bertindak sesuai norma sosial & hukum.

Kompetensi kepribadian yang dimiliki guru juga berpengaruh pada kepribadian siswa. Hal ini karena guru diharapkan dapat menjadi jadi teladan bagi para siswa supaya mereka juga memiliki kepribadian yang baik dan positif.

3. Kompetensi Profesional

Kompetensi profesional adalah kemampuan atau keterampilan yang wajib dimiliki supaya tugas-tugas keguruan bisa diselesaikan dengan baik.

Keterampilan ini berkaitan dengan hal-hal yang cukup teknis dan akan berkaitan langsung dengan kinerja guru. Adapun indikator kompetensi profesional guru antara lain:

  • Menguasai materi pelajaran yang diampu, termasuk struktur, konsep, dan pola pikir keilmuannya.
  • Menguasai Standar Kompetensi (SK) pelajaran, Kompetensi Dasar (KD) pelajaran, dan tujuan pembelajaran dari suatu pelajaran yang diampu.
  • Mampu mengembangkan materi pelajaran dengan kreatif sehingga bisa memberi pengetahuan dengan lebih luas dan mendalam bagi peserta didik.
  • Mampu bertindak reflektif demi mengembangkan keprofesionalan secara kontinu.
  • Mampu memanfaatkan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam proses pembelajaran dan juga pengembangan diri.

Guru yang menguasai kemampuan dan keahlian khusus seperti yang sudah dijelaskan di atas, diharapkan mampu menjalankan fungsi dan tugas guru dengan baik. Sehingga guru dapat membimbing seluruh siswanya untuk mencapai standar kompetensi yang sudah ditentukan dalam Standar Nasional Pendidikan.

4. Kompetensi Sosial

Kompetensi sosial  meliputi keterampilan dalam berkomunikasi, bersikap dan berinteraksi secara umum, baik itu dengan siswa, sesama guru, tenaga kependidikan, orang tua siswa, hingga masyarakat luas. Indikator dari Kompetensi Sosial Guru dapat dilihat sebagai berikut:

  • Bersikap inklusif, objektif, dan tidak mendiskriminasikan siswa karena latar belakangnya baik yang berkaitan dengan kondisi fisik, status sosial, jenis kelamin, ras, latar belakang keluarga, maupun agama.
  • Berkomunikasi dengan efektif dengan menggunakan bahasa yang santun dan menunjukkan empati pada sekelilingnya.
  • Berkomunikasi dengan baik secara lisan maupun tulisan.
  • Memiliki kemampuan beradaptasi saat menjalankan tugas sebagai guru dalam keberagaman lingkungan yang terdiri dari bermacam-macam ciri sosial budaya.

Nah, itulah empat standar kompetensi guru yang harus dimiliki oleh pengajar. Kompetensi guru di Indonesia harus terus didorong agar Standar Pendidikan Nasional dapat tercapai secara maksimal. Guru dengan kualitas yang baik dapat  mencetak sumber daya manusia yang berkualitas pula. Jangan patah semangat dalam membekali diri dengan ilmu dan kompetensi supaya pendidikan di Indonesia semakin maju.