5 Cara Mengatasi Burnout Saat Belajar

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin

Pernah tidak kalian terlalu semangat belajar hingga lupa waktu? Alih-alih merasa produktif tetapi kalian justru kelelahan karena belajar melebihi batas normal. Terlalu memforsir diri untuk belajar menjadikan tubuh kita menjadi tidak sehat dan pikiran kita stres. Hal inilah yang nantinya akan menyebabkan kita merasa burnout dalam belajar. Jika sudah begitu, konsentrasi dan fokus kita justru akan sulit untuk mencerna meski hanya satu topik bahasan saja.

Pengertian Burnout

Burnout adalah suatu keadaan lelah atau stres yang diakibatkan oleh aktivitas berlebihan yang dilakukan, misalnya belajar. Jika dibiarkan terus-menerus, keadaan ini bisa memengaruhi kesehatan fisik juga mental. Burnout dapat terjadi karena kita terlalu memaksakan diri melakukan satu kegiatan berulang secara terus-menerus. Lalu bagaimana cara mengatasi burnout dalam belajar? Yuk, simak cara-cara mengatasi burnout saat belajar di bawah ini.

Cara Mengatasi Burnout Saat Belajar

1. Mengetahui Kapasitas Diri

Hal pertama yang harus dilakukan untuk mengatasi burnout saat belajar adalah mengenali kapasitas diri. Kita tentu bisa menakar kapasitas diri kita. Berapa banyak waktu yang sanggup kita habiskan untuk belajar, mengerjakan, tugas, bermain, beristirahat, dan lain sebagainya. Mungkin beberapa di antara kita ingin mengejar target atau ingin memenangkan suatu kompetisi sehingga menggunakan seluruh waktu untuk belajar. Tapi jika hal tersebut di luar dari kapasitas kita tentu kita sendiri yang akan merasakan dampak negatifnya.

Jadi penting untuk mengetahui kapasitas diri. Kita bisa membuat jadwal untuk memudahkan dalam melakukan kegiatan. Dengan begitu kita tidak hanya fokus pada hal yang sama terus menerus. 

2. Menentukan Prioritas

Selanjutnya, yang tidak kalah penting untuk mengatasi burnout adalah membuat skala prioritas. Dalam belajar kita bisa menentukan mana pelajaran yang harus kita prioritaskan lebih dulu. Misalkan saja pelajaran yang sulit sehingga membutuhkan waktu belajar yang lebih banyak atau justru pelajaran yang kita suka agar semangat dalam belajar. Dengan tahu prioritas, kita akan lebih mudah mengelola mana pelajaran yang membutuhkan energi banyak dan mana yang tidak terlalu banyak.

Selain belajar, kita juga harus membuat skala prioritas untuk hal lain, misalnya bermain, berkumpul dengan keluarga, waktu dengan diri sendiri dan sebagainya. Sebab belajar mungkin memang hal yang baik, namun waktu-waktu di luar belajar juga bisa dimanfaatkan sebagai bahan pelajaran.

3. Melakukan Hobi yang Disenangi

Tentu di antara kalian mempunyai satu kegiatan yang disenangi atau biasa kita sebut sebagai hobi. Ada banyak sekali pilihan kegiatan yang bisa kita lakukan di sela-sela kegiatan belajar. Hal ini tentu dilakukan bukan tanpa tujuan. Melakukan hobi di tengah aktivitas belajar bisa mengurangi tingkat stres dan kelelahan. Otak dan tubuh kita yang sudah lama terforsir untuk belajar, bisa mendapatkan penyegaran dengan melakukan hobi yang kita suka. Penting sekali untuk menyeimbangkan antara kegiatan belajar dan melakukan hal-hal kesenangan. Dengan seperti itu hidup kita menjadi lebih seimbang.

4. Membuat Suasana Belajar yang Baru

Jika kalian sudah melakukan 3 cara di atas, tetapi masih mengalami burnout mungkin kalian bisa menggunakan cara selanjutnya. Membuat suasana belajar yang baru. Belajar di tempat yang sama dengan suasana yang itu-itu saja membuat kita mengalami kebosanan. Kalian bisa menyusun ulang ruang belajar kalian, mengganti aksesoris yang ada di meja maupun dinding ruangan. Kalian juga bisa menambahkan parfum atau aroma terapi untuk membuat kegiatan belajar semakin rileks. Dengan pemandangan serta suasana yang baru, kita tentu akan lebih senang dan fokus dan belajar. Dan yang terpenting masalah burnout yang sempat kita alami perlahan-lahan akan pergi.

5. Olahraga dan Istirahat yang Cukup

Terkadang burnout yang kita alami disebabkan karena kurangnya waktu istirahat dan olahraga. Padahal kedua hal tersebut sangat penting untuk mengembalikan kebugaran dan menyegarkan pikiran. Waktu istirahat yang tidak cukup mengakibatkan tubuh kita menolak segala hal yang coba kita pelajari. Begitupun dengan olahraga, melakukannya secara teratur dapat meningkatkan hormon endorfin secara alami. Akibatnya kita tidak menjadi gampang stres. Selain kedua hal tersebut, banyak mengonsumsi air putih dan makanan sehat juga membantu mengatasi burnout yang tengah kita alami.

Itulah tadi, 5 cara mengatasi burnout saat belajar. Kalian bisa mencobanya jika memang saat ini tengah mengalami burnout. cara-cara tersebut juga bisa dilakukan untuk mencegah munculnya burnout. Karena lebih baik mencegah daripada mengobati, bukan?