7 Hal yang Perlu Diperhatikan dalam Menulis Esai

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin

Pengertian Esai

Siapa sih yang belum mengenal Esai? Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), esai adalah karangan prosa yang membahas suatu masalah secara sepintas lalu dari sudut pandang pribadi penulisnya. Meski ditulis berdasarkan sudut pandang penulisnya, esai tetap harus mengedepankan unsur logis. Selain itu esai yang ditulis harus mudah dimengerti oleh mereka yang membacanya.

Esai adalah salah satu karya tulis yang dianggap penting sebab berguna untuk melatih kemampuan menulis. Selain itu esai juga dapat membantu kita untuk berpikir lebih kritis, kreatif, dan terstruktur.

Meski terlihat mudah, apakah benar esai yang selama ini kita buat sudah benar struktur serta penulisannya? Atau mungkin di antara kita masih banyak yang kesulitan menulis esai? Jika begitu, yuk kita simak beberapa ulasan tentang hal-hal apa saja yang perlu diperhatikan untuk menulis esai di bawah ini.

Cara Membuat Esai

1. Menentukan Tujuan Menulis Esai

Tujuan seseorang dalam menulis esai bisa sangat beragam. Oleh karena itu penting bagi kita untuk tahu tujuan kita menulis esai. Apakah akan digunakan untuk keperluan mendaftar beasiswa, melengkapi tugas, atau membagikan sudut pandang yang kita miliki kepada lebih banyak orang. Ketika kita sudah mengetahui tujuan kita menulis esai, kita akan lebih mudah untuk mengerucutkan topik-topik apa yang akan kita tuliskan.

2. Menentukan Topik

Hal pertama dan cukup penting yang harus dipersiapkan saat kita akan menulis esai adalah topik. Kita tentu akan kesulitan menuliskan sebuah kata jika kita belum tahu topik apa yang akan kita tulis. Karenanya, penting bagi kita untuk menentukan topik tulisan terlebih dahulu. Kita boleh menggunakan topik-topik yang sedang terjadi di sekitar kita ataupun hal-hal yang berkaitan dengan sesuatu yang kita suka. Sebaiknya, pilihlah topik yang tidak terlalu umum  agar bahasan yang tulis bisa lebih mendalam.

3. Membuat Kerangka atau Outline

Ketika hendak bepergian kita sibuk membuat daftar bawaan juga lokasi-lokasi yang akan kita kunjungi. Begitu pula dalam menulis, kita perlu membuat perencanaan terlebih dahulu agar tahu tulisan kita akan dibawa ke mana. Kita bisa membuat daftar pokok-pokok pikiran yang akan kita tuliskan, mendaftar sumber-sumber yang akan kita gunakan, serta gaya penyampaian seperti apa yang akan kita gunakan.

4. Menulis dalam Kalimat yang Singkat, Jelas, dan Rinci

Menulis esai bertujuan untuk membuat pembaca lebih mengerti tentang sesuatu hal yang kita tulis. Karenanya tulisan yang kita hasilkan haruslah singkat, jelas, dan rinci. Kita tidak perlu menggunakan bahasa yang bertele-tele sehingga membuat bingung pembaca. Gunakan bahasa yang sopan dan mudah dipahami oleh pembaca.

5. Memilih Gaya Penulisan yang Menarik Pembaca

Saat ini banyak orang yang membutuhkan informasi namun malas untuk membaca. Karenanya, jika kita ingin menyampaikan informasi melalui esai, kita harus bisa memilih gaya penyampaian yang tepat. Gaya penyampaian ini bisa kita sesuaikan dengan target pembaca tulisan kita. Banyak sekali gaya penyampaian yang bisa kita gunakan pada saat menulis esai. Misalnya memasukkan dialog singkat untuk menyampaikan poin tertentu. Selain itu kita juga bisa membuka tulisan dengan sebuah gambaran umum yang terjadi di sekitar kita yang akan meningkatkan rasa penasaran pembaca. 

6. Menuliskan Kesimpulan

Kesimpulan memang terletak di bagian paling akhir tulisan. Meski begitu bagian ini adalah bagian yang penting saat kita tengah menulis esai. Setelah membuka tulisan dengan pendahuluan dan menyampaikan isinya, kita perlu menutup tulisan tersebut dengan kesimpulan. Kesimpulan yang ditulis merupakan rangkuman atas poin-poin yang telah kita sampaikan sebelumnya. Di bagian kesimpulan ini pula kita bisa memberikan perspektif akhir kita kepada pembaca tentang topik yang tengah kita tulis.

7. Melakukan Penyuntingan

Setelah selesai menulis keseluruhan esai, ada baiknya kita tidak terburu-buru untuk mengunggah, mengumpulkan, ataupun mengirimkannya. Masih ada satu hal lagi yang perlu kita lakukan sebelum mengakhiri proses penulisan esai, yaitu penyuntingan. Penyuntingan ini penting sebab bertujuan untuk melihat apakah sudah benar urutan dari poin-poin yang dituliskan, apakah terdapat kata ataupun kalimat yang masih kurang layak dibaca, apakah terdapat typo dalam esai yang kita tuliskan, dan kesalahan-kesalahan lainnya. Jika masih ada kesalahan kita bisa memperbaikinya sebelum dibaca oleh lebih banyak orang.

Itulah tadi 7 hal yang perlu diperhatikan dalam menulis esai. Semoga dengan hal-hal tersebut, kita menjadi lebih percaya diri dan tidak bingung lagi dalam menulis esai. Ayo latih keterampilan menulis kita dengan perbanyak menulis esai.