Cara Membuat Soal Interaktif untuk Menarik Minat Mengerjakan Siswa

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin

Penilaian merupakan salah satu rangkaian kegiatan pembelajaran sebagai sarana untuk mengukur kemampuan baik dari segi pengetahuan, keterampilan, dan sikap, yang dapat dicapai siswa selama maupun setelah proses pembelajaran. Dalam melakukan penilaian atau pengukuran hasil belajar siswa, diperlukan alat ukur yang baik.

Pada umumnya, untuk mengukur aspek pengetahuan siswa, guru menggunakan alat ukur berupa soal dari materi-materi yang telah disampaikan. Namun tentu, alat ukur ini tidak bisa dibuat sembarangan. Alat ukur harusnya sesuatu yang baik dan interaktif sehingga kemampuan siswa yang hendak diukur bisa didapatkan dengan maksimal. Alat ukur haruslah reliabel, memiliki tingkat kesulitan yang tepat, efisien, serta menggunakan bahasa yang mudah dimengerti. 

Di saat semua kegiatan pembelajaran dilakukan secara online, tidak hanya kegiatan belajar saja yang harus menarik, namun alat ukur penilaian juga haruslah dibuat sebaik mungkin agar siswa tertarik. Di bawah ini, beberapa cara untuk membuat soal yang baik dan interaktif.

9 Cara Membuat Soal Interaktif

1. Menggunakan Aplikasi Ujian Online

Sebelum membuat naskah soal, memilih platform adalah salah satu yang terpenting. Di era semua serba digital, mengerjakan ujian secara online menjadi pilihan yang menarik. Siswa akan lebih antusias sebab mendapatkan pengalaman baru mengerjakan ujian secara online. Menggunakan aplikasi ujian online juga akan sangat membantu guru untuk menampilkan soal yang interaktif. Kita bisa menampilkan soal dengan disertai gambar yang lebih jelas ataupun video yang bisa menarik perhatian siswa.

2. Melakukan Variasi Tipe Soal

Menggunakan media konvensional seperti kertas dan pensil, menjadikan guru menjadi terbatas dalam memberikan tipe soal. Karenanya siswa akan cenderung tidak tertarik untuk mengerjakan. Dengan sistem online dan penggunaan aplikasi, guru bisa memberikan lebih banyak variasi soal. Misalnya saja soal pilihan ganda, uraian pendek, uraian panjang, menjodohkan, benar salah, dan lain sebagainya. Guru bisa memodifikasi tipe soal sehingga anak-anak tidak bosan. Tipe soal ini tentunya disesuaikan dengan materi yang tengah diujikan.

3. Membuat Berbagai Macam Paket Soal

Jika menggunakan media kertas dan pensil tentu akan sangat kerepotan untuk membuat lebih dari satu paket soal. Tapi dengan bantuan teknologi yang lebih canggih, guru bisa dengan mudah membuat paket-paket soal sehingga tidak seluruh siswa di kelas mendapatkan soal yang sama. Hal tersebut cenderung membuat siswa menjadi tertantang dalam mengerjakan soal.

4. Menggunakan  Bahasa yang Mudah Dimengerti

Penggunaan bahasa penting diperhatikan dalam membuat soal. Bahasa yang terlalu berbelit-belit cenderung membuat siswa malas untuk mengerjakan. Karenanya diperlukan bahasa yang interaktif dan komunikatif untuk menarik minat mengerjakan siswa. Guru bisa menggunakan bahasa yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari namun tetap sopan dan wajar. Kesulitan memahami bahasa tidak hanya membuat siswa malas mengerjakan, namun juga bisa menjadikan siswa kehilangan antusiasme dalam sebuat mata pelajaran atau topik tertentu dari sebuah mata pelajaran.

5. Soal Dibuat Sesuai Materi yang Diajarkan

Menyajikan soal haruslah sesuai dengan materi yang telah disampaikan. Jangan sampai materi tersebut belum diajarkan namun kita justru mengeluarkannya dalam ujian. Hal-hal seperti itu justru bisa membuat tingkat kepercayaan siswa kepada guru menjadi rendah. Selain itu, hal tersebut bisa mengacaukan mood siswa dalam mengerjakan ujian.

6. Soal yang Dibuat Harus Bersifat Logis

Meskipun hanya berupa soal, guru tidak diperkenankan membuat soal yang tidak masuk akal. Soal yang dibuat harus tetap logis dan terkait dengan kehidupan yang nyata atau sebenarnya. Hal tersebut dimaksudkan agar siswa juga belajar untuk memahami situasi yang ada di sekitar secara benar. 

7. Hanya Boleh ada Satu Jawaban

Untuk soal-soal jenis pilihan ganda, uraian singkat, menjodohkan, juga benar salah diharapkan hanya mempunyai satu jawaban benar. Hal ini bertujuan untuk menghindari kebingungan pada siswa. Soal dengan kemungkinan jawaban benar lebih dari satu akan membuat siswa ragu dengan apa yang mereka pelajari sebelum ujian berlangsung.

8. Soal yang Dibuat Memenuhi LOTS dan HOTS

Lower Order Thinking Skills (LOTS) dan High Order Thinking Skills (HOTS) adalah tingkatan kemampuan dalam aspek pengetahuan siswa. Ketika membuat soal sangat dianjurkan untuk mengombinasikan keduanya. Soal yang dibuat tidak boleh terlalu mudah maupun terlalu susah dalam satu ujian yang tengah dilaksanakan. 

9. Meningkatkan Tingkat Berpikir Kritis Siswa

Soal yang baik dan interaktif bukanlah soal yang hanya sekadar menghafal materi yang sdah diberikan. Soal yang baik seharusnya mampu meningkatkan cara berpikir kritis siswa. Dengan soal yang seperti itu,m diharapkan dalam pengerjaannya, siswa mampu melakukan analisis terlebih dahulu sebelum akhirnya menjawab pertanyaan yang diujikan.

Itulah tadi beberapa cara membuat soal yang baik dan interaktif untuk menarik minat siswa. Jadi sudahkah Anda menerapkan cara-cara tersebut untuk menjadikan kegiatan belajar semakin menyenangkan?