Mengenal Cultural Lag, Penyebab dan Contohnya

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Tahukah teman-teman apa itu cultural lag?

Menurut William F. Ogburn, cultural lag (budaya yang tertinggal) diartikan sebagai situasi di mana masyarakat berada dalam kondisi statis yang menyebabkan mereka tertinggal sehingga menimbulkan kesenjangan pada unsur–unsur yang berubah cepat maupun lambat. Ogburn menyimpulkan bahwa cultural lag dapat terjadi karena perkembangan teknologi yang terus mendorong budaya untuk mengalami perubahan.

Cultural lag menyebabkan terjadinya kesenjangan atau ketidaksesuaian budaya (culture) antara unsur–unsur kebudayaan yang telah ada dengan pembaruan teknologi yang ada. Biasanya hal ini disebabkan karena adanya pergeseran nilai–nilai dan budaya serta adanya perbedaan jumlah taraf dan kemajuan antarwilayah dalam suatu kebudayaan.

Tidak dapat dipungkiri bahwa kemampuan masyarakat untuk menyerap ilmu pengetahuan dan peradaban tidak bisa selalu sama. Berbagai perubahan sosial dan budaya yang terjadi secara serentak tidak bisa dimaknai secara seragam oleh masyarakat.

Lalu apa saja yang menjadi penyebab terjadinya cultural lag serta apa saja contohnya? Berikut ulasannya.

Penyebab Terjadinya Cultural Lag

1. Kurangnya Daya Pikir Masyarakat

Memiliki kemampuan daya pikir yang baik adalah salah satu faktor penting untuk mencegah timbulnya cultural lag. Sebagai masyarakat yang hidup di zaman yang serba cepat berkembang, kita diharapkan mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan sosial yang ada. Hal ini dimaksudkan agar tidak ada kesenjangan antara unsur kebudayaan satu dengan unsur kebudayaan lainnya.

2. Masyarakat yang Heterogen

Seperti yang kita tahu, ada berbagai jenis manusia yang menempati suatu negara. Dalam hal ini, masyarakat yang beragam ini diharap mampu dan siap menerima perubahan dari masyarakat atau kebudayaan luar. Biasanya memang terdapat dua pihak yang sudah siap menerima perubahan dan masih ada pihak yang belum siap menerima perubahan yang terjadi. Jika diteruskan maka dua sisi yang saling bertentangan inilah yang menimbulkan adanya keterlambatan suatu masyarakat dalam menerima perubahan.

3. Adanya Hambatan

Hambatan yang dimaksud di sini adalah beberapa masyarakat yang cenderung melakukan penolakan terhadap kemajuan teknologi sebagai budaya yang material. Hal ini menyebabkan munculnya kesenjangan sedangkan budaya material terus berkembang seiring berjalannya waktu.

4. Kurangnya Kontak dengan Budaya Masyarakat Lain

Faktor lain yang bisa menyebabkan cultural lag adalah keberadaan masyarakat yang cenderung tertutup dan tidak ingin bergaul dengan budaya lain. Selain menutup diri, ada pula masyarakat yang justru kesulitan mendapatkan akses untuk saling terhubung dan terkait dengan budaya masyarakat di luar mereka. Adanya kesulitan dan kurangnya kontak yang tidak efektif ini pada akhirnya menciptakan jarak dan hambatan bagi masyarakat untuk menyesuaikan antarsatu dengan yang lainnya.

Contoh Cultural Lag yang Biasa Terjadi Pada Kehidupan Sehari-hari

1. Layanan Bus Kota

Layanan bus kota yang mulai marak di kota-kota besar sebenarnya merupakan solusi untuk mengurangi kemacetan dan polusi udara. Namun kebiasaan masyarakat yang menggunakan transportasi pribadi dan justru menggunakan jalur bus kota justru semakin memperparah kemacetan yang ada. Oleh karena itu, pembaharuan transportasi publik yang dicanangkan pemerintah dengan tujuan baik ini juga wajib diimbangi dengan kesadaran dalam bertransportasi dan disiplin lalu lintas yang baik oleh masyarakat.

2. Perkembangan Teknologi di Daerah Terpencil

Seperti yang kita tahu, perkembangan teknologi semakin pesat setiap harinya. Selalu saja ada yang pembaharuan dari teknologi yang sudah ada sebelumnya. Namun sayangnya perkembangan ini biasanya hanya bisa dirasakan oleh masyarakat yang tinggal di perkotaan. Sedangkan di suatu kawasan yang cukup terpencil biasanya perkembangan akan inovasi dan teknologi yang baru akan cenderung lebih lama masuk. Akibatnya masyarakat yang tinggal di sana akan sulit mengakses kemajuan yang sudah ada. Mereka akan sulit untuk memahami dan mengikuti perjalanan teknologi dengan maksimal.

3. Penggunaan Teknologi yang Kurang Bijak

Teknologi dikembangkan untuk memudahkan kegiatan manusia. Namun pada pelaksanaannya, masih saja ditemui oknum-oknum yang menggunakan teknologi dengan kurang bijak. Misalnya saja yang sering kita jumpai adalah penyebaran informasi hoax yang meresahkan masyarakat, kasus cyber bullying, mengakses internet untuk hal-hal yang berbau pornografi, dan lain sebagainya.

4. Penyalahgunaan Ponsel di Jalan

Kita tentu sering menjumpai para pengendara yang kurang bijak dalam menggunakan ponselnya. Meski tahu berbahaya, namun mereka masih saja nekat mengoperasikan ponselnya saat berada di jalan. Entah saat mengemudikan sepeda motor atau mobil.

Inilah salah satu bukti nyata adanya cultural lag sebagai pelanggaran saat mengemudi. Hal ini terjadi karena masyarakat cenderung belum memiliki kesadaran, kematangan, dan kedewasaan dalam menggunakan ponsel secara bijak. Ponsel yang sebenarnya memiliki fungsi membantu kegiatan manusia, justru berpotensi menjadi alat yang dapat membahayakan keselamatan penggunanya.

Demikianlah informasi mengenai pengertian cultural lag, penyebab, serta beberapa contoh yang sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Semoga kita senantiasa menjadi manusia yang siap menghadapi perubahan zaman dan selalu bijak dalam menyikapi hal-hal baru yang datang. Sebab mau tidak mau, suka tidak suka, pembaharuan teknologi akan senantiasa ada dan kita sebagai masyarakat diharap mampu menyesuaikan dengan kebudayaan yang sudah lama ada.