Mengenal Macam-macam Metode Pembelajaran

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin

Bagi kita yang sehari-hari berkecimpung di dunia pendidikan, khususnya seorang pengajar, tentu sudah tidak asing dengan istilah metode pembelajaran. Iya, istilah metode pembelajaran diartikan suatu proses penyampaian materi pendidikan kepada peserta didik yang dilakukan secara sistematis dan teratur oleh tenaga pengajar atau guru.

Seorang guru atau pengajar diharapkan mampu menerapkan metode yang tepat dalam kegiatan pembelajaran, sesuai dengan karakter siswa dalam sebuah kelompok atau kelas. Pemilihan metode pembelajaran yang tepat akan membuat suasana belajar menjadi lebih menyenangkan. Hal tersebut tentu akan berdampak baik bagi proses tumbuh kembang siswa.

Macam-macam Metode Pembelajaran

1. Metode Ceramah

Metode ini bisa dikatakan sebagai metode lama dan paling sering digunakan. Metode ceramah dilakukan dengan cara penyampaian materi secara ceramah atau lisan oleh pengajar kepada siswa. Dalam pelaksanaannya, mengajar dengan metode ini bisa dikatakan adalah yang paling praktis dan ekonomis sebab tidak membutuhkan banyak alat bantu.

Kelebihan

  • Guru atau guru dapat mengendalikan suasana kelas sepenuhnya.
  • Melatih fokus siswa sebab harus memperhatikan penjelasan guru.
  • Dapat diikuti oleh jumlah siswa yang banyak
  • Salah satu jenis metode yang mudah dilakukan
  • Mampu mengatasi keterbatasan literatur atau sumber rujukan informasi yang dimiliki siswa.

Kekurangan

  • Siswa cenderung akan lebih pasif karena hanya mendengarkan.
  • Kegiatan belajar mengajar cenderung monoton dan membosankan.
  • Siswa dengan kemampuan visual akan kesulitan menerima materi yang disampaikan. 
  • Proses pembelajaran menjadi verbalisme atau berfokus pada pengertian kata-kata saja.

2. Metode Diskusi

Metode ini lebih mendahulukan kegiatan diskusi yang melibatkan siswa dengan tujuan mampu memecahkan masalah. Metode ini biasa dilakukan secara berkelompok atau diskusi kelompok. Di dalamnya terdapat penyampaian informasi, pendapat, dan pengalaman yang dilakukan secara teratur agar bisa mendapatkan keputusan bersama.

Kelebihan

  • Mendorong siswa untuk berpikir kritis.
  • Melatih kemampuan siswa untuk berani menyampaikan pendapatnya.
  • Melatih siswa untuk menerima dan menghargai pendapat orang lain.
  • Membiasakan kegiatan musyawarah untuk mengambil keputusan.

Kekurangan

  • Kegiatan diskusi akan cenderung didominasi siswa yang suka berbicara.
  • Membutuhkan durasi waktu yang lebih panjang.
  • Tema di dalam diskusi biasanya terbatas.
  • Hanya cocok untuk kelompok kecil.

3. Metode Demonstrasi

Metode  demonstrasi  merupakan salah satu metode pembelajaran yang efektif. Metode demonstrasi menunjukkan kepada siswa mengenai bagaimana proses terjadinya sesuatu. Metode  demonstrasi membantu  siswa  untuk  memperoleh  jawaban  dengan mengamati suatu proses atau peristiwa tertentu. Hal ini juga mampu meningkatkan keterampilan berpikir kritis.

Kelebihan

  • Siswa menjadi mudah dalam menerima informasi dan mempelajari suatu materi.
  • Pembelajaran menjadi lebih menarik dan tidak membosankan.
  • Mampu merangsang siswa untuk mengaitkan kebenaran teori melalui suatu percobaan.

Kekurangan

  • Guru perlu memerlukan keterampilan khusus untuk bisa melakukan metode demonstrasi.
  • Tidak semua mata pelajaran bisa dipelajari
  • Kurang efektif jika dilakukan pada kelompok besar.

4. Metode Eksperimen

Metode ini hampir mirip dengan demonstrasi, namun pada metode ini siswa melakukan secara langsung kegiatan percobaan atau praktikum. Metode eksperimen bukan hanya sekadar metode pembelajaran, namun juga sebuah metode berpikir sistematis sebab  siswa akan memulainya dari pengumpulan data sampai menarik kesimpulan.

Kelebihan

  • Siswa akan terbiasa untuk membuktikan kebenaran dengan percobaan langsung.
  • Meningkatkan kreativitas dan berpikir kritis siswa.
  • Melahirkan siswa dengan jiwa penelitian yang nantinya bisa digunakan untuk mengembangkan keilmuan.

Kekurangan

  • Biasanya hanya mendukung mata pelajaran di bidang sains saja.
  • Hanya bisa dilakukan jika ketersediaan alat memadai.
  • Memerlukan kesabaran dan ketelitian, sebab tidak semua percobaan langsung berhasil.

5. Metode Resitasi

Metode resitasi adalah sebuah metode pembelajaran yang meminta siswa untuk membuat sebuah resume tentang materi yang telah disampaikan oleh guru. Resume tersebut ditulis pada kertas dengan bahasa dan kata-kata yang dipahami siswa tersebut.

Kelebihan

  • Melatih siswa untuk meningkatkan keterampilan menulis.
  • Meningkatkan daya ingat siswa sebab harus menulis ulang materi yang sudah disampaikan guru.
  • Menumbuhkan rasa tanggung jawab dan inisiatif siswa.

Kekurangan

  • Beberapa hasil resume bukan karya pribadi melainkan mencontek milik siswa lain.
  • Kesulitan dalam proses evaluasi apakah resume merupakan karya orisinil.

6. Metode Karya Wisata

Metode karyawisata atau fieldtrip, merupakan salah satu metode pembelajaran yang memanfaatkan tempat-tempat dengan nilai sejarah yang tinggi. Karya wisata bisa dilakukan di museum atau cagar-cagar budaya. Karya wisata tidak harus dilakukan di tempat yang jauh dari sekolah. Kita bisa menggali lingkungan di sekitar sekolah dan memanfaatkannya sebagai tempat belajar.

Kelebihan

  • Sesuai dengan pembelajaran modern yaitu menggunakan lingkungan nyata.
  • Menumbuhkan kepedulian siswa terhadap lingkungan sekitarnya.
  • Melatih siswa untuk mencari relevansi antara teori yang dipelajari dengan kehidupan sebenarnya.

Kekurangan

  • Membutuhkan biaya yang cukup besar.
  • Diperlukan koordinasi dan perencanaan yang matang.
  • Banyak siswa yang keliru menafsirkan tujuan karya wisata.

7. Metode Perancangan

Metode ini bertujuan untuk merangsang siswa agar mampu membuat sebuah proyek yang nantinya akan diteliti. Perancangan dapat berupa skema, data, grafik , dan lain-lain.

Kelebihan

  • Mendorong kemampuan memecahkan masalah dan berpikir kritis siswa.
  • Melatih siswa untuk mengintegrasikan pengetahuan, sikap, dan keterampilan secara terpadu.

Kekurangan

  • Membutuhkan pengajar khusus untuk merencanakan dan melaksanakan kegiatan.
  • Membutuhkan sumber daya dan fasilitas yang besar untuk menunjang kesuksesan metode perancangan.

8. Metode Discovery

Metode discovery dilakukan dengan cara mengembangkan cara belajar siswa aktif, mandiri, dan memiliki pemahaman yang lebih baik. Dalam hal ini, siswa diminta mencari jawaban atas pertanyaannya sendiri sehingga diharapkan siswa mampu mengingatnya dengan lebih baik.

Kelebihan

  • Mengembangkan kemampuan kognitif siswa.
  • Menjadikan siswa mampu belajar secara mandiri dan berpikir luas.
  • Meningkatkan motivasi dan rasa percaya diri siswa melalui penemuan yang dilakukan.

Kekurangan

  • Hanya cocok dilakukan pada kelas kecil.
  • Perlu persiapan mental dari siswa sebelum mengikuti pembelajaran dengan metode ini.
  • Tidak semua penemuan dapat memecahkan masalah.

9. Metode Role Playing

Metode role playing atau berbagi peran dilakukan dengan melibatkan siswa untuk memerankan suatu karakter pada situasi tertentu. Metode pembelajaran ini dilakukan dengan harapan mampu melatih komunikasi siswa dalam berinteraksi dengan orang lain.

Kelebihan

  • Meningkatkan rasa percaya diri siswa.
  • Siswa dapat mempraktikkan materi pelajaran secara langsung.
  • Siswa lebih memahami materi pelajaran..

Kekurangan

  • Tidak semua siswa menyukai metode pembelajaran ini.

10. Metode Mind Mapping

Metode ini mengajarkan kepada siswa untuk berpikir secara runtut ketika menghadapi suatu permasalahan. Dengan metode ini, siswa diharapkan mampu meningkatkan daya analisis dan berpikir kritis sehingga memahami masalah dari awal hingga akhir.

Kelebihan

  • Lebih efektif dan efisien.
  • Melatih kreativitas siswa dalam menuangkan ide dan gagasan.
  • Mengajarkan alur berpikir yang lebih efektif.

Kekurangan

  • Dibutuhkan pengetahuan dengan banyak membaca sebelum membuat mapping.
  • Beberapa detail informasi mungkin akan hilang dari dalam mapping.
  • Terdapat kemungkinan bahwa siswa lain tidak mengerti dengan mind mapping yang dibuat temannya karena hanya berisi poin inti.

Demikian informasi terkait macam-macam metode pembelajaran yang bisa diterapkan dalam proses kegiatan belajar mengajar. Metode-metode di atas tentu bisa dilakukan secara bergantian sesuai materi yang sedang dipelajari. Menggunakan beberapa metode pembelajaran juga bisa membuat anak lebih bersemangat dan tidak bosan dalam belajar.