Mengenal Recount Text : Pengertian, Ciri, Struktur, dan Macamnya

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin

Pengertian Recount Text

Pernahkah teman-teman mendengar istilah recount text? Ya, istilah ini pasti sudah tidak asing bagi teman-teman yang mengikuti pelajaran bahasa inggris dengan cermat dan saksama. Tapi benarkah teman-teman sudah memahaminya? Sebelumnya, mari kita cari tahu apa itu recount text. Recount text adalah salah satu  jenis teks yang menceritakan suatu cerita, kegiatan, atau kejadian yang telah terjadi di masa lalu. Pengertian itu bisa kita ketahui dari istilah Recount sendiri yang berarti menceritakan kembali.

Ciri-ciri Recount Text

Nah sekarang, bagaimana kita bisa mengetahui bahwa suatu cerita atau kalimat merupakan teks recount? Tenang, ternyata recount text ini mempunya ciri-ciri tertentu yang bisa membantu kita untuk mengidentifikasinya. Yuk kita lihat sama-sama.

  1. Ciri yang pertama, karena cerita yang dituliskan dalam recount text adalah hal yang terjadi di masa lalu, maka tenses (bentuk waktu) yang kita gunakan adalah Simple Past Tense.
  2. Dalam suatu cerita tentu kita perlu mengetahui di mana dan kapan suatu peristiwa terjadi. Karenanya recount text menggunakan adverbial phrase atau bisa kita sebut sebagai ‘keterangan tempat dan waktu.’
  3. Saat kita membaca cerita, kita tentu akan sangat ingin tahu mengenai alur dari cerita itu sendiri. Oleh karena itu, dalam recount text digunakan connective adverbs, seperti first, next, then, last, finally, dan lain sebagainya, untuk menunjukkan runtutan kejadian yang diceritakan.

Struktur Recount Text

Dalam membuat sebuah teks cerita, apapun jenisnya, kita perlu mengetahui struktur apa saja yang bisa digunakan untuk membangun cerita tersebut. Begitu pula pada teks recount. Nah, berikut ini adalah struktur recount text yang perlu diketahui.

1. Orientation

Pada tahap awal, recount text ditulis untuk memberikan sebuah pengenalan berupa informasi mengenai siapa, di mana, kapan peristiwa atau kejadian itu terjadi di masa lalu. Di dalam bagian ini, kita diharapkan mampu memberikan informasi yang diperlukan pembaca agar bisa memahami keseluruhan dari teks. Contohnya:

Last holiday, exactly two months ago, I went to Bandung with my best friend, Anna. We decided to have a trip there for three days long. Luckily, I and Anna had the same interest in places that we would like to visit. That made the trip easier and more fun!

2. Events

Di struktur kedua ini, recount text berisikan tentang kisah, kejadian atau peristiwa yang terjadi. Untuk menandakan rangkaian peristiwa, kita bisa menggunakan on the first day, when, on the next day, on our last day, in sunday morning, dan sebagainya.

3. Reorientation

Untuk struktur terakhir yaitu reorientation. Tahap ini bisa dikatakan sebagai kesimpulan atau akhir dari dari kisah yang diceritakan. Kita juga bisa menambahkan kesan akan cerita yang dituliskan, misalnya apakah itu cerita tersebut termasuk dalam pengalaman yang menyenangkan atau tidak. Contohnya:

Since we arrived at 12 p.m., Anna decided to sleepover at my house. We still talked about our fun times in Bandung and shared pictures. We really wanted to go there next time. Bandung was amazing after all!

Macam-macam Recount Text

Terdapat macam-macam jenis recount text yang bisa digunakan sebagai referensi menulis. Biasanya jenis recount text ini dipilih berdasarkan tujuan dari penulisan itu sendiri. Adapun macam-macam dari teks recount antara lain:

  1. Personal recount, merupakan recount text yang berfungsi menceritakan tentang pengalaman pribadi penulis.
  2. Factual recount, merupakan recount text yang berfungsi untuk menyajikan laporan peristiwa yang benar-benar terjadi, seperti laporan percobaan ilmu pengetahuan ataupun laporan kepolisian.
  3. Imaginative, merupakan recount text yang berfungsi menyajikan sebuah cerita imaginatif dan dituangkan dalam peristiwa atau kejadian yang telah terjadi.

Nah, itulah tadi informasi seputar recount text. Semoga dengan adanya ulasan di atas, teman-teman semakin mudah dalam memahami recount text, ya. Kunci keberhasilan tidak ada yang instan, maka jadilah insan yang selalu mengutamakan proses sebagai tujuan. Selamat belajar teman-teman!