Penerapan Metode Problem Based Learning (PBL) untuk Meningkatkan Keaktifan Siswa

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Ada banyak metode pembelajaran yang bisa diterapkan untuk proses pembelajaran. Dari sekian banyaknya metode, guru diharapkan mampu mendesain dan memilih metode pembelajaran yang sesuai dengan tema dan kompetensi dasar yang harus dikuasai oleh siswa.

Salah satu metode yang bisa digunakan dalam proses pembelajaran adalah problem based learning. Metode ini merupakan suatu pendekatan pembelajaran yang berusaha menerapkan masalah yang terjadi di dunia nyata.

Pengertian Metode Problem Based Learning

Menurut Dutch (1995), problem based learning adalah metode pengajaran yang bercirikan adanya permasalahan nyata sebagai konteks untuk para siswa agar mampu belajar berpikir kritis, memiliki keterampilan dalam memecahkan masalah, serta memperoleh pengetahuan.

Dalam implementasinya, proses pembelajaran yang menerapkan metode problem based menekankan sejumlah kegiatan yang harus dilakukan siswa. Siswa tidak hanya mendengar, mencatat, dan menghafal materi pelajaran, tetapi juga menjadi aktif berpikir, berkomunikasi, mencari dan mengolah data, hingga akhirnya mampu membuat kesimpulan. Aktivitas pembelajaran dengan metode ini juga diarahkan untuk menyelesaikan masalah, sebab metode ini menempatkan masalah sebagai kata kunci dari proses pembelajaran. Artinya tanpa masalah pembelajaran tidak akan mungkin bisa berlangsung. Dan output akhir dari penerapan metode ini adalah siswa mampu menyelesaikan masalah menggunakan pendekatan berpikir secara ilmiah.

Kelebihan Metode Problem Based Learning

Beberapa kelebihan metode problem based learning yang perlu diketahui:

  1. Pemahaman konsep siswa lebih baik sebab mereka sendiri yang menemukan konsep tersebut.
  2. Siswa mampu membangun pengetahuannya sendiri melalui aktivitas belajar.
  3. Kegiatan memecahkan masalah yang dilakukan secara aktif menuntut keterampilan berpikir siswa menjadi lebih tinggi.
  4. Siswa dapat merasakan manfaat dari pembelajaran sebab masalah-masalah yang diselesaikan langsung dikaitkan dengan kehidupan nyata, hal ini dapat meningkatkan motivasi dan ketertarikan siswa terhadap bahan yang dipelajari.
  5. Siswa mampu bersikap mandiri dan dewasa, mampu memberi aspirasi dan menerima pendapat dari orang lain, serta mampu menanamkan sikap sosial yang positif antarsiswa.
  6. Pembelajaran lebih menyenangkan sebab kegiatan belajar berpusat pada siswa.
  7. Terjadi aktivitas ilmiah melalui kerja kelompok.
  8. Siswa menjadi terbiasa menggunakan sumber-sumber pengetahuan seperti perpustakaan, internet, kegiatan wawancara, ataupun observasi.

Langkah-langkah Metode Problem Based Learning

1. Orientasi Siswa Terhadap Masalah

Langkah pertama yang dilakukan pada metode ini adalah guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. Selanjutnya disajikan sebuah masalah yang harus dipecahkan oleh siswa. Masalah ini digunakan untuk meningkatkan rasa ingin tahu, kemampuan analisis, dan inisiatif. Penting untuk memberi konsep dasar kepada siswa, agar setiap siswa paham dengan apa yang ada dalam masalah. Sebagai guru, kita juga diharapkan mampu memberi motivasi agar setiap siswa terlibat aktif dalam pemecahan masalah.

2. Mengorganisir Siswa

Pada tahap ini, guru membantu peserta didik mendefinisikan dan mengorganisasikan tugas belajar yang berhubungan dengan masalah yang telah diorientasi. Selanjutnya, Setiap anggota dalam kelompok menyampaikan informasi yang sudah dimiliki mengenai masalah yang ada. Kemudian, akan terjadi diskusi yang membahas informasi faktual dan juga informasi yang dimiliki setiap siswa.

3. Membimbing Penyelidikan

Pada tahap ini, guru mendorong siswa untuk mengumpulkan informasi yang relevan dengan masalah yang dihadapi, melaksanakan eksperimen, menciptakan dan membagikan ide mereka sendiri  untuk mendapatkan penjelasan dan pemecahan masalah.

4. Mengembangkan dan Menyajikan Hasil karya

Setelah membimbing penyelidikan, selanjutnya guru membantu siswa dalam menganalisis data yang telah terkumpul pada tahap sebelumnya. Jangan lupa untuk menyesuaikan data dengan masalah yang telah dirumuskan. Peserta didik memberi argumen terhadap jawaban pemecahan masalah. Karya yang disajikan dapat berupa laporan, video, atau model.

5. Menganalisis dan Mengevaluasi Proses Pemecahan Masalah

Setelah melalui langkah-langkah di atas, langkah terakhir yaitu guru mengarahkan siswa untuk melakukan refleksi dan evaluasi dalam setiap proses yang telah dijalankan dalam penyelidikan. Guru dan siswa bersama-sama menganalisis dan mengevaluasi pemecahan masalah yang dipresentasikan setiap kelompok. Jangan lupa, setelah proses pembelajaran selesai, guru diharapkan tetap memberikan penguatan. Hal ini dibutuhkan agar siswa memiliki konsep yang bulat terkait kompetensi dasar yang dipelajari.

Demikianlah, informasi terkait metode problem based learning. Semoga ulasan di atas bisa bermanfaat untuk kegiatan pembelajaran ke depan. Jika ada materi yang cocok digunakan dengan metode ini, tidak ada salahnya bapak/ibu guru juga turut mencobanya. Semangat dalam mengajar!