7 Cara Mengetahui Pemahaman Siswa terhadap Materi Pelajaran

aplikasi ujian online

Salah satu kewajiban seorang guru adalah menyampaikan materi pelajaran kepada siswa sesuai dengan bidang keilmuan yang dimiliki. Namun, tidak sekadar menyampaikan saja, seorang guru juga harus memastikan bahwa materi yang disampaikan benar-benar bisa dipahami oleh siswa. 

Pasalnya, tidak sedikit siswa yang pura-pura mengerti apa yang telah dijelaskan oleh guru. Hal ini tentu bisa menjadi bumerang bagi siswa dan guru ketika nanti mengerjakan tugas ataupun ujian. Berdasarkan hal tersebut, penting bagi seorang guru untuk mengetahui apakah siswa benar-benar paham dengan materi pelajaran yang telah mereka terima. 

Terdapat beberapa cara yang bisa digunakan untuk mengetahui pemahaman siswa terkait materi pelajaran. Berikut adalah beberapa caranya.

Cara Mengetahui Pemahaman Siswa terhadap Materi Pelajaran

1. Self Assessment

Self assessment atau penilaian diri merupakan teknik analisis level pemahaman siswa dalam memahami suatu konsep atau materi pelajaran. Penggunaannya bisa dikatakan cukup mudah, hanya saja guru perlu menyiapkan medianya. Pada teknik ini, guru akan membuat grading indikator pemahaman siswa dalam angka (misal dari 1-5 atau 1-10), bintang, emoji, alphabet, dan lain sebagainya. Angka satu berarti pemahaman siswa terhadap suatu konsep atau materi masih sangat perlu ditingkatkan, dan angka tertinggi berarti sudah sangat baik. Hal yang sama juga berlaku jika grading dilakukan dalam bentuk pemberian bintang, jenis emoji, hingga alphabet.

Guru bisa membuat satu indikator pada satu sisi kartu, dengan sisi lainnya berisi nama siswa. Setiap siswa memiliki seluruh jumlah kartu yang dibutuhkan sesuai dengan grading yang telah disiapkan. Di akhir kegiatan pembelajaran, siswa diminta untuk meletakkan kartu di atas meja, dengan sisi namanya berada di atas, yang kemudian akan diambil oleh guru satu demi satu. Cara pengambilan kartu bisa disesuaikan, asalkan setiap siswa merasa aman dan nyaman sebab tidak harus membandingkan pemahaman materi diri sendiri dengan teman yang lain.

2. Meringkas Bacaan

Improvement Summary Personal Development Workflow

Cara mengetahui pemahaman siswa dengan teknik ini bertujuan untuk menguji kemampuan literasi siswa. Melalui ringkasan yang dibuat berdasarkan bacaan yang telah dibaca, guru dapat mengetahui pemahaman siswa. Selain itu, ringkasan bacaan juga dapat digunakan untuk mengajarkan parafrasa sehingga siswa bisa berlatih untuk tidak melakukan plagiat. 

Guru diharapkan fleksibel dalam memahami parafrasa bacaan. Pada bacaan tertentu, guru juga harus bisa mengerti ketika siswa merumuskan kesimpulannya berdasarkan apa yang mereka pahami. Fleksibilitas diperlukan sebab yang dibutuhkan siswa adalah kemampuan literasi, bukan keterampilan meringkas teks. Semakin padat sebuah ringkasan, berarti semakin baik pula pemahaman dan literasi siswa.

3. Bridging

Bridging merupakan cara yang bisa diterapkan untuk menjembatani dua hal. Cara ini bisa digunakan untuk berbagai hal, salah satunya adalah untuk mengetahui pemahaman siswa setelah menerima materi pelajaran. Cara melakukannya adalah dengan menyampaikan pertanyaan-pertanyaan yang bersifat review atas materi yang telah disampaikan. Guru bisa menyiapkan media yang berkaitan dengan materi yang disampaikan sebelumnya, lalu meminta siswa untuk menjelaskan apa yang mereka ketahui terkait setiap media pembelajaran tersebut. Bridging sangat berguna untuk mengulang materi sebelumnya, juga membantu guru dalam mengukur pemahaman siswa terhadap pembelajaran.

4. Jurnal Belajar

Cara berikutnya yang bisa digunakan untuk mengetahui pemahaman siswa adalah dengan membuat jurnal belajar. Guru bisa meluangkan waktu di setiap akhir pembelajaran, pekan, hingga bulan untuk mengajak siswa menulis, meringkas, hingga menafsirkan apa yang telah mereka pelajari dalam sebuah jurnal belajar. Dan dengan membaca secara berkala jurnal belajar milik siswa, guru dapat mengukur pemahaman siswa atas konsep atau materi yang telah dipelajari. Catatan yang dibuat tidak perlu panjang. Selain lebih mudah untuk diperiksa, guru juga bisa tahu seberapa padat ringkasan yang mampu dituliskan oleh siswa.

5. Menjelaskan Ulang

Guru dapat meminta siswa untuk menjelaskan ulang materi yang telah diterima di depan kelas untuk mengetahui pemahaman siswa. Terdapat beberapa cara yang bisa dilakukan untuk membuat siswa menjelaskan ulang apa yang telah dipelajari. Guru bisa menugaskan siswa pair work dan berganti peran, satu menjelaskan sedangkan satu lagi menyimak dan mengajukan dua atau tiga pertanyaan. 

Guru juga bisa melibatkan orang tua untuk menyimak penjelasan siswa dengan menyediakan lembar penilaian terlebih dahulu. Untuk menilai pemahaman materi yang lebih kompleks, guru bisa menugaskan siswa mengerjakan project tertentu dan kemudian mempresentasikannya di depan kelas.

6. Mengklasifikasikan

Cara lain untuk mengetahui pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran yaitu melalui cara mengklasifikasikan. Seorang siswa dapat dikatakan mampu memahami suatu materi saat mereka dapat mengenali bahwa sesuatu (benda atau fenomena) masuk dalam kategori tertentu. Termasuk dalam kemampuan mengklasifikasikan ciri-ciri yang dimiliki suatu benda atau fenomena. Melibatkan proses mendeteksi ciri-ciri atau pola-pola yang sesuai dengan contoh dan konsep atau prinsip tersebut.

7. Membandingkan

Mengetahui pemahaman siswa akan suatu materi juga dapat dilakukan dengan cara membandingkan. Siswa dianggap mampu membandingkan saat mereka dapat mendeteksi persamaan dan perbedaaan yang dimiliki oleh dua objek atau lebih. Dan ketika siswa mampu membandingkan persamaan atau perbedaan antara dua atau lebih objek, peristiwa, ide, masalah, atau situasi, itu artinya mereka sudah memahami sebuah materi atau konsep pelajaran.

Demikian 7 cara yang dapat digunakan untuk mengetahui pemahaman siswa atas suatu materi pelajaran. bapak/ibu guru sangat bisa mencobanya di kelas masing-masing.

Sebagai salah satu cara untuk mengetahui pemahaman siswa, ujian menjadi cara yang cukup sering digunakan. Keberadaannya yang cukup penting tentu harus dijalankan dengan sistematis dan tidak terkendala. Untuk itu, bagi bapak/ibu guru yang akan melaksanakan kegiatan ujian dapat menggunakan aplikasi Ujione. Tersedianya fitur yang mampu memberikan feedback atas jawaban siswa, komunikasi yang terbangun antara guru dan siswa akan semakin baik. Selain itu terdapat fitur lain yang memudahkan pelaksanaan ujian. Coba gratis selama 30 hari, kunjungi www.ujione.id untuk informasi lebih lanjut!

Mudah mengadakan ujian online serentak dengan Ujione
Dilengkapi juga dengan Quiz, Tugas serta Bank Soal

Trial 30 Hari. Daftar Sekarang
© Copyright Oleh PT Jetorbit Teknologi Indonesia.
PT Jetorbit - Jln Godean KM 4,5. Ruko Godean Permai KAV 3, Sleman, DI Yogyakarta, Indonesia