Masih Efektifkan Memberikan PR kepada Siswa?

Kita tentu sudah tidak asing dengan istilah PR (Pekerjaan Rumah). Pekerjaan yang biasanya diberikan guru kepada siswa berupa tugas atau kegiatan lainnya. Sejak dulu hingga sekarang, pekerjaan rumah ini masih terus ada. Bahkan saat kegiatan pembelajaran di era pandemi, jumlah PR yang diberikan menjadi lebih banyak daripada sebelumnya. Padahal jika kita tanya kepada siswa, tentu banyak sekali yang mengeluhkan terkait PR ini.

Pemberian PR ini sebenarnya bermula dari banyaknya tugas yang harus dikerjakan guru, mulai dari administrasi, pembuatan RPP, hingga pelatihan pengembangan diri. Oleh karena itu, tidak jarang waktu untuk mengajar terpaksa dikorbankan. Akibatnya guru hanya bisa memberikan PR agar materi pembelajaran bisa tetap tersampaikan. Namun apakah hal tersebut merupakan sebuah solusi?

Pada dasarnya, PR merupakan salah satu instrumen yang digunakan tenaga pendidik dalam serangkaian proses pembelajaran yang bertujuan untuk:

  • Meningkatkan pemahaman murid tentang materi yang sedang dipelajari.
  • Melatih rasa tanggung jawab murid akan suatu tugas yang diberikan padanya.

Memberikan PR kepada siswa bukan suatu kesalahan. Pada awalnya guru hanya ingin mengisi waktu luang siswa agar tidak terbuang sia-sia seperti untuk nongkrong dan bermain game yang tidak bermanfaat. Namun seiring berjalannya waktu, kenyataan di lapangan sudah cukup berbeda. PR yang diberikan justru menjadi beban bagi siswa dan jika terlalu banyak bisa menimbulkan stres. Siswa menjadi kekurangan waktu istirahat sebab sudah kelelahan di sekolah dan masih harus mengerjakan PR yang banyak jumlahnya. Oleh karena itu, guru perlu memperhatikan banyaknya PR yang diberikan kepada siswa.

Manfaat PR (Pekerjaan Rumah)

PR akan menjadi hal yang bermanfaat apabila sebelum memberikannya guru mengetahui hal-hal berikut.

1. Mengetahui Tujuan PR

Secara umum, tujuan pemberian PR hanya ada dua. Pertama untuk mengulang materi yang telah diberikan agar siswa lebih memahami materi yang telah diterima. Kedua sebagai persiapan bagi siswa untuk menerima materi baru yang akan disampaikan oleh guru di hari berikutnya. Dengan demikian, soal-soal yang diberikan dalam PR itu pun harus sesuai dengan tujuan yang dimaksud.

2. Menyesuaikan Jumlah PR dengan Tingkatan Pendidikan Siswa

Setiap tingkatan pendidikan tentu memiliki beban yang berbeda satu dengan yang lainnya. Begitu pula dalam hal memberikan PR kepada siswa, harus disesuaikan dengan tingkat pendidikan siswa. Guru harus mampu mempertimbangkan banyaknya soal yang diberikan dengan waktu yang digunakan untuk mengerjakan. Untuk siswa SD sebaiknya batasi waktu hingga 60 menit. Sedangkan untuk siswa SMP atau SMA sebaiknya tidak lebih dari 90 menit di setiap harinya.

3. Mengurangi Keterlibatan Orangtua

Tidak hanya siswa yang mengeluhkan jika diberi PR, namun juga orang tua siswa. Hal tersebut karena mereka tentu harus membantu dalam mengerjakannya. Padahal tidak semua orang selalu berada di samping siswa karena kesibukan atau hal lainnya. Oleh karena itu sebaiknya guru tidak memberikan tugas-tugas yang harus melibatkan orangtua. Guru harus mempertimbangkan bahwa PR yang diberikan bisa dikerjakan secara mandiri oleh siswa.

4. Memberikan Umpan Balik

PR yang baik adalah PR yang ketika sudah dikerjakan oleh siswa kemudian diberikan umpan balik oleh gurunya. Tidak hanya dikoreksi bersama lantas diberi nila, namun guru bisa selalu memberikan umpan balik terhadap PR yang diberikan pada setiap siswa. Umpan balik yang dimaksud bisa berupa perhatian pada masing-masing siswa dengan menanyakan soal mana yang mudah dan mana yang masih sulit dimengerti. Dengan begitu guru bisa membantu siswa yang kesulitan pada soal tertentu untuk dapat lebih memahami dan menguasai materi terkait soal yang dianggap sulit tersebut.

Memang bukan hal mudah ketika kita ingin memberikan PR kepada siswa, karena banyak faktor yang harus diperhatikan. Meski begitu tidak ada yang tidak mungkin bukan? Kita tetap bisa memberikan PR dengan ketentuan-ketentuan yang sudah dijelaskan di atas.
Memberikan PR menjadi lebih mudah dengan adanya aplikasi Ujione. Fitur-fitur yang mudah digunakan akan membantu siswa juga guru. Selain itu terdapat pula fitur feedback yang bisa digunakan guru untuk memberikan umpan balik terhadap pekerjaan siswa. Untuk dapat menggunakan akses Ujione, silakan kunjungi www.ujione.id dan dapatkan informasi lebih lengkap di sana.

© Copyright Oleh PT Jetorbit Teknologi Indonesia.
PT Jetorbit - Jln Godean KM 4,5. Ruko Godean Permai KAV 3, Sleman, DI Yogyakarta, Indonesia