Mengenal Inovasi Pendidikan

Kata inovasi berasal dari kata innovation yang bermakna pembaharuan. Dalam dunia pendidikan, istilah inovasi ini merujuk pada upaya pengembangan pendidikan sehingga dihasilkan hal-hal baru yang bisa meningkatkan kualitas pendidikan. Sebagai seorang guru, penting untuk menumbuhkan motivasi dalam diri agar bisa menjadi kreatif dan inovatif.

Upaya pembaharuan di bidang pendidikan diharapkan mampu meningkatkan dan menyasar kualitas pendidikan di segala jenjang, mulai dari SD, SMP, SMA, hingga perguruan tinggi. Terlebih dengan adanya teknologi yang berkembang dengan cepatnya, berinovasi menjadi hal yang penting dilakukan.

Pengertian Inovasi Pendidikan

Menurut Ibrahim (1988), inovasi pendidikan adalah kegiatan pembaharuan yang bertujuan untuk memecahkan masalah pendidikan. 

Sedangkan Mattew B. Miller menjelaskan pengertian inovasi pendidikan sebagai berikut: ”To give more concreteness the universe called ”educational innovations” some samples are described billow. They are organized according to the aspect of a social system which they appear to be most clearly associated. In most cases social system involved should be taken to be that of a school or cell although some innovations take place within the context of many larger systems.” 

Artinya untuk bisa menciptakan inovasi pendidikan yang baik, maka seluruh pihak yang terlibat dalam sistem pendidikan harus turut serta mensukseskannya. Dalam hal ini yang paling utama untuk mendukung terjadinya inovasi pendidikan yang baik adalah sekolah.

Mengenal inovasi pendidikan bisa dilakukan dengan membuat hal yang benar-benar baru atau memodifikasi dari hal-hal yang telah ada sebelumnya. 

Sasaran Inovasi Pendidikan

Inovasi pendidikan tentu tidak dilaksanakan tanpa tujuan. Inovasi pendidikan ini memiliki sasaran atau bentuk yang terkena dampaknya, antara lain:

1. Guru

Sasaran utama dari inovasi pendidikan adalah guru. Guru berada di barisan terdepan yang bertugas untuk memastikan kelangsungan belajar siswa di kelas. Keahlian serta riwayat pendidikan guru akan mempengaruhi pengetahuan dan moral siswa. Berikut ini adalah langkah-langkah yang dapat dilakukan oleh guru perubahan atau inovasi:

  • Membuat rencana pelajaran
  • Melaksanakan pembelajaran
  • Menangani tugas administrasi
  • Menjalin komunikasi yang baik
  • Meningkatkan keterampilan pendidikan
  • Mengembangkan keterampilan siswa

2. Siswa

Siswa berperan sebagai tujuan utama pendidikan, sehingga nilai yang diperoleh siswa dapat dijadikan sebagai tolak ukur keberhasilan proses pembelajaran. Meski begitu, siswa juga boleh dan perlu dilibatkan dalam upaya inovasi pendidikan yang dilakukan. Inovasi yang melibatkan siswa bisa dalam bentuk rujukan, seperti belajar dari inovasi atau mengkomunikasikan pengetahuan yang diperoleh antarsiswa.

3. Kurikulum

Sasaran selanjutnya adalah kurikulum yang merupakan pedoman bagi guru untuk belajar. Oleh karena itu, segala inovasi yang dibuat dan akan diterapkan di sekolah harus terlebih dahulu diselaraskan dengan kurikulum. Inovasi pendidikan yang dilakukan tidak akan mencapai tujuan tanpa memperhatikan kurikulum.

Bentuk Inovasi Pendidikan

1. Model Top-Down

Model top-down adalah model inovasi pendidikan yang dibuat atau diciptakan oleh atasan dan ditujukan kepada bawahan. Misalnya, inovasi-inovasi yang dibuat oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Olahraga, Iptek, dan menyasar semua lembaga pendidikan yang didukungnya. Penerapan inovasi ini dapat dilakukan dengan ajakan, saran, atau bahkan sedikit paksaan.

2. Model Bottom-Up

Berkebalikan dengan model top-down, mode bottom-up adalah model inovasi pendidikan yang diciptakan dari bawah untuk menjamin dan meningkatkan mutu pendidikan. Model inovasi ini tergolong inovasi yang berkesinambungan dan tidak mudah berhenti.

Faktor yang Perlu Diperhatikan dalam Inovasi Pendidikan

Agar berhasil dalam melaksanakan inovasi pendidikan, kita perlu memperhatikan faktor-faktor berikut:

1. Guru

Keterlibatan guru menjadi faktor penting dalam membuat inovasi pendidikan mulai dari perencanaan penemuan pendidikan, pengaplikasian, hingga tahap evaluasi. Tanpa melibatkan guru, bisa jadi mereka (guru) justru menolak penemuan atau inovasi yang diperkenalkan pada mereka. Oleh karena itu, pada suatu inovasi pendidikan, gurulah yang primer dan pertama terlibat karena guru memiliki peran yang luas mulai dari menjadi pendidik, menjadi orang tua, menjadi teman, sebagai motivator, dan lain sebagainya.

2. Siswa

Dalam proses belajar, siswa bisa memilih keberhasilan belajar melalui penggunaan intelegensi, daya motorik, pengalaman, kemauan, dan komitmen yang ada pada diri mereka tanpa terdapat paksaan. Dengan adanya hal ini, peran siswa pada inovasi pendidikan menjadi tidak kalah penting karena dalam proses belajar siswa mampu menjadi penerima pelajaran, pemberi bahan ajar dengan sesama temannya, petunjuk, dan bahkan menjadi pengajar. Oleh karena itu, siswa perlu dilibatkan pada saat proses memperkenalkan inovasi pendidikan hingga menggunakan penerapannya. 

3. Kurikulum

Pada inovasi pendidikan, kurikulum memegang peranan yang sama dengan faktor guru dan siswa yang telah disebutkan sebelumnya. Tanpa adanya kurikulum dan tanpa mengikuti hal-hal yang terdapat di dalamya, maka inovasi pendidikan tidak akan berjalan sinkron. Karenanya, dalam kegiatan inovasi pendidikan, pembaharuan sebaiknya disesuaikan dengan kurikulum atau perubahan kurikulum yang sedang digunakan di tiap-tiap jenjang pendidikan.

4. Fasilitas

Dalam inovasi pendidikan, fasilitas berperan mensugesti kelangsungan penemuan yang akan diterapkan. Tanpa adanya fasilitas, maka pelaksanaan inovasi pendidikan tidak mampu berjalan dengan optimal. Fasilitas, terutama fasilitas belajar mengajar adalah hal yang esensial yang bisa memengaruhi pembaharuan pendidikan. Oleh karena itu, apabila ingin menerapkan suatu inovasi pendidikan, fasilitas menjadi hal yang penting sekali untuk diperhatikan. Misalnya ketersediaan gedung sekolah, bangku, meja dan sebagainya.

5. Lingkungan Masyarakat

Masyarakat, secara langsung atau tidak, terlibat dalam sistem pendidikan. Sebab pendidikan nantinya juga akan kembali kepada masyarakat itu sendiri. Dari hal tersebut, pada saat proses membuat inovasi pendidikan, kita juga perlu memperhatikan faktor masyarakat. Keterlibatan masyarakat dalam upaya pembaharuan pendidikan nantinya akan membantu para inovator dan pelaksana inovasi pendidikan.

Nah, itulah tadi informasi terkait inovasi pendidikan yang mungkin perlu diketahui. Ternyata ada banyak sekali hal yang bisa inovasi pendidikan berjalan dengan lancar. Keterlibatan semua pihak juga menjadi faktor yang tidak bisa diabaikan saja jika kita ingin membuat sebuah inovasi yang baik. Semoga kita bisa terus menjadi elemen yang mendukung terciptanya pembaharuan pendidikan demi generasi mendatang.
Kami, tim Ujione, juga selalu berusaha menciptakan inovasi terbaik untuk mendukung kegiatan pendidikan yang lebih modern dengan berlandaskan teknologi. Saat ini sudah tersedia aplikasi ujian sekaligus belajar online, Ujione, yang bisa mengakomodasi segala bentuk kegiatan belajar dan ujian. Guru dan siswa tidak perlu repot jika ingin melaksanakan ujian dan belajar secara daring. Cukup dengan satu aplikasi, kegiatan belajar mengajar menjadi lebih praktis dan mudah dilaksanakan. Jadi berniat mencoba inovasi dari kami? Yuk kunjungi www.ujione.id sekarang juga!

© Copyright Oleh PT Jetorbit Teknologi Indonesia.
PT Jetorbit - Jln Godean KM 4,5. Ruko Godean Permai KAV 3, Sleman, DI Yogyakarta, Indonesia