Mengenal Teori Belajar Konstruktivisme

Sudahkan bapak/ibu guru dan teman-teman mengenal tentang istilah teori belajar konstruktivisme? Sebenarnya teori belajar ini bukanlah sesuatu yang asing jika kita berkecimpung di dunia pendidikan.

Bapak/ibu guru tentu pernah mendapati anak yang mulai terlihat tidak bersemangat dan kurang fokus terhadap pembelajaran yang sedang dijalankan, bukan? Nah, jika suasana kelas sudah seperti itu, bisa jadi siswa susah mulai bosan dengan kegiatan belajar yang mereka ikuti. Hal tersebut bisa jadi karena pembelajaran terjadi satu arah atau hanya berpusat pada guru. Untuk bisa mengatasi masalah tersebut, kita perlu sekali melakukan kegiatan belajar yang sifatnya membangun atau konstruktivisme, di mana siswa diminta untuk bereksplorasi dengan media dan bahan ajar yang ada dan secara aktif menggali informasi yang ada di dalamnya. Nah, keadaan yang seperti itulah yang disebut sebagai teori konstruktivisme.

Lalu apa saja yang perlu diketahui terkait teori belajar ini? Yuk kita simak ulasannya.

Pengertian Teori Belajar Konstruktivisme

Teori belajar konstruktivisme merupakan sebuah teori yang dikembangkan dalam bidang pendidikan yang mengedepankan peningkatan dan perkembangan logika dan konseptual pembelajar. Dalam konteksnya proses pembelajaran, proses belajar diharapkan mampu dibentuk oleh siswa itu sendiri.

Pengertian Teori Belajar Konstruktivisme Menurut Ahli

Adapun pengertian teori belajar konstruktivisme menurut ahli, antara lain:

1. Thobroni

Thobroni menjelaskan bahwa teori belajar konstruktivisme adalah teori yang memberikan kebebasan kepada manusia, dalam hal ini siswa untuk menemukan apa yang mereka inginkan dan memberikan kesempatan apa yang dibutuhkan.

2 Shymansky

Menurut Shymansky, teori belajar konstruktivisme merupakan aktivitas aktif, di mana peserta didik melatih sendiri pengetahuannya, mencari tahu apa yang sudah dipelajari, dan berupaya menyelesaikan konsep dan ide baru dengan kerangka berpikir sendiri.

3. Sagala

Teori belajar konstruktivisme menurut Sagala adalah landasan berpikir seseorang tentang banyak hal, sesuai dengan pendekatan kontekstual. Jadi pengetahuan yang didapatkan melalui proses sedikit demi sedikit yang kemudian hasilnya diperluas melalui konteks yang terbatas dan melalui proses.

4. Tobin dan Timmons

Teori belajar ini berlandaskan pandangan konstruktivisme yang harus memperhatikan empat hal, yakni pengetahuan awal seseorang, belajar melalui pengalaman, interaksi sosial, dan tingkat kepahaman.

Tujuan Teori Belajar Konstruktivisme

Teori belajar konstruktivisme pada dasarnya dikembangkan dari teori kognitif. Adapun tujuan dari teori ini antara lain:

1. Merangsang Kemampuan Berpikir Inovatif Siswa

Berfikir inovatif bukanlah suatu hal yang mudah. Diperlukan waktu dan proses yang panjang. Namun dengan teori belajar ini, sedikit demi sedikit, kemampuan berpikir inovatif siswa akan terasah. Berpikir inovatif dapat berkembang dengan adanya ilmu pengetahuan yang sudah dimiliki. Seseorang atau siswa yang mampu menyatukan antara pengetahuan akademis dan non akademis akan terbiasa untuk memiliki pemikiran yang inovatif dan menarik.

2. Meningkatkan Pengetahuan

Hampir semua metode atau model belajar bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, termasuk teori belajar konstruktivisme ini. Pengetahuan siswa dapat meningkat apabila terus menerus distimulasi dengan hal-hal yang terjadi di lingkungan sekitar. Dengan meningkatkan kepekaan terhadap apa yang dilihat dan didengar, pengetahuan siswa mampu terus bertambah.

3. Mendorong Cara Berpikir Mandiri

Tujuan teori belajar konstruktivisme yang lain adalah mendorong seseorang untuk berpikir lebih mandiri dan out of the box. Berpikir mandiri bukan hanya sebatas dalam bentuk pikiran saja, melainkan juga dapat dilihat dari perilaku dan sikap dalam kehidupan sehari-hari.

4. Membentuk Keahlian Sesuai Minat yang Dimiliki

Teori belajar konstruktivisme mengarahkan kita untuk mengetahui kemampuan serta minat yang ada dalam diri. Sebagai contoh, seseorang yang awalnya tidak memiliki ketertarikan di bidang gambar, setelah mempelajari lebih dalam tentang gambar, bisa jadi akan terdorong untuk menjadi pelukis atau yang berhubungan dengan gambar dan design. 

Langkah-langkah Teori Belajar Konstruktivisme

Berikut adalah langkah-langkah yang bisa diterapkan dalam teori belajar konstruktivisme:

1. Orientasi

Langkah pertama pada teori belajar ini adalah orientasi. Pada tahap ini siswa diberikan kesempatan untuk mengembangkan motivasi sesuai dengan materi pelajaran yang sedang dipelajari

2. Elisitasi

Pada tahap ini, siswa diminta untuk menggali ide dan mendiskusikannya dengan rekannya sesuai dengan pengetahuan yang dimiliki.

3. Rekonstruksi Ide

Langkah selanjutnya adalah siswa melakukan klarifikasi atas ide yang diperoleh dari berbagai perspektif. Tahap ini bisa dilakukan dengan berdiskusi atau dengan melakukan kajian literatur untuk merangsang gagasan yang tepat. 

4. Mengaplikasikan Ide

Dari tahap sebelumnya, setelah ide dan data diperoleh, selanjutnya bisa diaplikasikan. Pada tahap ini, ide yang semula abstrak bisa menjadi lebih terlihat dan dapat dirasakan oleh orang lain. 

5. Review

Selanjutnya masuk ke tahap review atau bisa dikenal dengan tahap evaluasi dan revisi. Tahap ini meskipun terletak di bagian akhir, namun keberadaannya sangat penting. Pada tahap ini, kita bisa tahu apa yang masih salah dan yang sudah benar. Pada tahap ini juga, kita akan terstimulasi untuk menemukan gagasan atau ide baru lagi yang nantinya dapat dikembangkan.

Nah itulah tadi, beberapa informasi yang bisa disampaikan terkait teori belajar konstruktivisme. Semoga informasi dari kami bisa berguna dan menambah pengetahuan kita semua. Semangat mengajar dan berinovasi bapak/ibu guru semua!

© Copyright Oleh PT Jetorbit Teknologi Indonesia.
PT Jetorbit - Jln Godean KM 4,5. Ruko Godean Permai KAV 3, Sleman, DI Yogyakarta, Indonesia