Mengenal Metode Pembelajaran Project Based Learning

Seperti yang kita ketahui bahwa ada banyak sekali metode pembelajaran yang bisa digunakan oleh guru dalam mengajar. Salah satu metodenya adalah project based learning. Sesuai dengan namanya, metode ini diharapkan mampu memberikan kesempatan kepada siswa untuk memperdalam pengetahuan serta mengembangkan kemampuannya melalui proyek atau kegiatan yang berkaitan dengan pemecahan masalah.

Tidak semua mata pelajaran atau materi pelajaran bisa dipelajari hanya dengan mengetahui konsep dan teori saja. Ada beberapa materi atau mata pelajaran yang juga membutuhkan kegiatan praktik langsung untuk mengetahui kebenaran dari suatu konsep sekaligus mencoba secara langsung hal-hal yang sedang dipelajari. Oleh karena adanya hal tersebut, project based learning menjadi metode yang tepat digunakan untuk membentuk pengalaman berharga bagi siswa karena mereka dapat berpartisipasi secara aktif dalam kegiatan belajarnya.

Pengertian Project Based Learning

Grant (2002) mendefinisikan project based learning sebagai model pembelajaran yang berpusat pada siswa untuk melakukan suatu investigasi yang mendalam terhadap suatu topik. Siswa secara konstruktif melakukan pendalaman pembelajaran dengan pendekatan berbasis riset terhadap permasalahan dan pertanyaan yang berbobot, nyata, dan relevan.

Goodman dan Stivers (2010) menyebutkan project based learning merupakan pendekatan kegiatan mengajar yang dibangun di atas kegiatan pembelajaran dan tugas nyata yang memberikan tantangan bagi siswa terkait dengan kehidupan sehari-hari untuk dipecahkan secara berkelompok.

Menurut Afriana (2015), pembelajaran berbasis proyek merupakan model pembelajaran yang berpusat pada siswa dan memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi siswa. Pengalaman belajar maupun konsep dibangun berdasarkan produk yang dihasilkan dalam proses pembelajaran berbasis proyek.

Dari beberapa pengertian menurut para ahli di atas, dapat disimpulkan bahwa metode pembelajaran project based learning merupakan metode pembelajaran yang didasarkan pada proyek atau masalah nyata yang mampu membuat siswa berpikir kritis, solutif, serta bertindak kolaboratif untuk memecahkan masalah yang ada.

Pembelajaran dengan metode membuat suasana belajar lebih hidup dan menyenangkan karena seluruh siswa terlibat langsung untuk memecahkan masalah yang ada dan menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang lebih kompleks.

Karakteristik Project Based Learning

Mengingat project based learning ini mengutamakan keterampilan dalam menyelesaikan masalah-masalah di kehidupan nyata. Maka terdapat beberapa karakteristik yang sesuai dengan metode ini, di antaranya:

  1. Kegiatan pembelajaran dimulai dengan mengungkapkan masalah atau keinginan pribadi maupun kolektif. Dari Permasalahan yang ada selanjutnya dibuat rencana pelaksanaan proyek untuk memecahkan masalah yang ada.
  2. Melakukan riset sesuai dengan topik permasalahan. 
  3. Metode project based learning ini digunakan untuk mencari solusi dan menyelesaikan permasalahan. Oleh karena itu, penyelesaian masalah yang didapat diharapkan mampu menjadi hasil yang bisa dipertanggungjawabkan.
  4. Pembelajaran dilaksanakan terjadwal agar pelaksanaan proyek tetap terorganisir dan berfokus pada siswa.
  5. Hasil dari metode pembelajaran ini bisa terukur, baik secara kualitatif maupun kuantitatif.
  6. Terdapat evaluasi yang dilakukan di akhir proyek untuk menentukan apakah ke depannya hasil dari proyek bisa digunakan atau diperbaiki kembali.

Langkah-langkah Project Based Learning

Terdapat beberapa langkah yang harus dilakukan saat kita ingin menerapkan metode pembelajaran project based learning.

1. Memulai dengan Pertanyaan

Pertanyaan yang dimaksud di sini adalah pertanyaan yang harus dipecahkan dan menghasilkan sebuah penemuan. Topik pertanyaan atau tema haruslah sesuai dengan kehidupan nyata sehingga mampu mendorong siswa untuk melakukan investigasi yang mendalam.

2. Membuat Perencanaan

Perencanaan ini disusun secara bersama antara siswa dan guru. Perencanaan yang dibuat meliputi aturan menjalankan proyek, memilih aktivitas yang sesuai dengan pertanyaan, serta mendaftar alat dan bahan yang bisa digunakan untuk menyelesaikan proyek.

3. Menyusun Jadwal

Seperti halnya membuat perencanaan, penyusunan jadwal juga disusun bersama oleh siswa dan guru. Jadwal penyelesaian proyek harus jelas dan guru memberikan arahan kepada siswa terkait cara mengelola waktu. Biarkan siswa melakukan eksplorasi hal-hal baru namun tetap dalam pantauan guru.

4. Mengawasi Proses Pelaksanaan Proyek

Tahap ini dilakukan oleh guru sebagai bentuk tanggung jawab kepada siswa-siswanya. Guru bertindak sebagai mentor sekaligus fasilitator yang bertugas mengarahkan siswa agar selalu fokus dan terarah dalam mengerjakan proyeknya.

5. Memberikan Penilaian

Setelah proyek selesai dilakukan, saatnya bagi guru memberikan penilaian. Penilaian ini dilakukan untuk membantu guru dalam mengukur ketercapaian standar pada proses dan produk yang dihasilkan. Penilaian proyek dapat dilakukan dengan cara mempresentasikan hasil proyeknya di depan teman atau guru.

6. Melakukan Evaluasi

Pada akhir metode pembelajaran project based learning, guru dan siswa melakukan evaluasi terhadap kegiatan yang telah dilakukan dan produk yang telah dihasilkan dari proyek yang dilakukan. Proses evaluasi dapat dilakukan secara individu maupun kelompok. Dalam tahap ini, guru diharapkan mampu memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengungkapkan perasaan dan pengalamannya selama menyelesaikan proyek.

Demikianlah, informasi yang bisa disampaikan terkait metode pembelajaran project based learning. Metode ini tentu bisa menjadi alternatif bagi bapak/ibu guru yang mungkin ingin mencoba metode mengajar lain agar suasana belajar di kelas tidak membosankan. Jadi, tertarik untuk mencobanya sebagai salah satu metode mengajar?

© Copyright Oleh PT Jetorbit Teknologi Indonesia.
PT Jetorbit - Jln Godean KM 4,5. Ruko Godean Permai KAV 3, Sleman, DI Yogyakarta, Indonesia