Penerapan Pendekatan Induktif dalam Pembelajaran

Pada beberapa artikel sebelumnya sudah pernah dibahas terkait beberapa metode atau pendekatan pembelajaran. Ternyata metode pembelajaran yang bisa diterapkan di dalam kelas bermacam-macam ya.

Pada artikel kali ini, juga akan disampaikan informasi terkait salah satu pendekatan pembelajaran yang tidak kalah efektif dengan pendekatan-pendekatan sebelumnya. Pendekatan tersebut adalah pendekatan induktif. Ada yang sudah tidak asing?

Pada pendekatan ini, siswa diharapkan untuk mampu menemukan kesimpulan dari apa yang didapatkannya dengan melihat hal-hal yang bersifat khusus terlebih dulu untuk kemudian dipikirkan dan dianalisis ke dalam sesuatu yang lebih umum. Untuk lebih lengkapnya, yuk langsung simak sampai habis ulasannya.

Pengertian Pendekatan Induktif

Pendekatan induktif ini pertama kali disampaikan oleh filsuf Inggris, Francis Bacon pada tahun 1561. Bacon mengatakan bahwa penarikan kesimpulan atas sesuatu yang telah dipelajari sebaiknya didasarkan pada fakta konkrit sebanyak mungkin. Dalam prosesnya, pendekatan induktif berlangsung dari hal-hal khusus menuju hal-hal umum. Misalnya saja, siswa dapat mencari ciri-ciri dari satu hal tertentu dari banyaknya kejadian kemudian menarik kesimpulan bahwa ciri-ciri yang didapatkan terdapat pada hampir semua kejadian.

Pendekatan induktif terus berkembang, sehingga pengertiannya pun bermacam-macam seperti yang dikemukakan oleh beberapa ahli berikut:

  1. Arifin (2005), menyampaikan bahwa pendekatan induktif merupakan cara berpikir yang digunakan apabila seseorang membuat kesimpulan berdasarkan informasi atau fakta yang dimiliki dan berdasarkan prinsip-prinsip penemuan, serta dibuat dari yang spesifik menuju hal umum.
  2. Eggen (1979), mendefinisikan pendekatan induktif sebagai suatu cara mengajar yang menggunakan data untuk mengajarkan konsep atau prinsip kepada siswa. Pendekatan induktif adalah suatu cara mengajar yang dikembangkan berdasarkan logika induktif, yaitu berjalan mulai dari yang konkrit menuju ke hal abstrak.
  3. Joyce (2009), mengatakan bahwa pendekatan induktif dirancang untuk melatih siswa dalam membentuk konsep sekaligus menggeneralisasikan konsep-konsep.
  4. Sagala (2010), pendekatan induktif adalah pendekatan pengajaran yang bermula dengan menyajikan sejumlah keadaan khusus kemudian dapat disimpulkan menjadi suatu prinsip atau aturan.
  5. Yamin (2008), menyatakan bahwa pendekatan induktif dimulai dengan pemberian kasus, fakta, contoh, atau sebab yang mencerminkan suatu konsep atau prinsip. Kemudian siswa dibimbing untuk berusaha keras mensintesiskan, menemukan, atau menyimpulkan prinsip dasar dari pelajaran tersebut.

Dari beberapa pengertian tersebut, dapat ditarik kesimpulan bahwa pendekatan induktif dalam pembelajaran merupakan pendekatan yang dimulai dengan menyajikan sejumlah keadaan khusus kemudian disimpulkan menjadi suatu fakta, prinsip, atau aturan yang bersifat lebih umum.

Karakteristik Pendekatan Induktif

Terdapat beberapa karakteristik pendekatan induktif, di antaranya:

  1. Pembelajaran dimulai dengan melakukan pengamatan yang sifatnya khusus, kemudian dengan bimbingan guru, siswa dapat menarik kesimpulan hal-hal yang bersifat khusus tadi menjadi hal-hal yang bersifat umum.
  2. Kegiatan siswa yang utama adalah mengamati, menyelidiki, memeriksa, memikirkan, dan menganalisis berdasarkan kemampuan masing-masing hal-hal yang bersifat khusus dan membangun konsep atau generalisasi atau sifat-sifat umum berdasar hal-hal khusus tersebut.
  3. Siswa diberikan kesempatan untuk berpartisipasi aktif dalam menemukan suatu rumus atau formula umum yang bisa diperoleh dari penyelidikan contoh-contoh khususnya.
  4. Memiliki semangat untuk terus menemukan, adanya kesadaran akan hakikat pengetahuan, dan mampu berpikir logis.
  5. Butuh waktu yang tidak singkat dalam menemukan dan memahami suatu rumus atau teorema.

Langkah-langkah Pendekatan Induktif

Menurut Rahmawati (2015: 75), langkah-langkah yang dapat digunakan dalam pendekatan induktif adalah sebagai berikut.

  1. Guru memilih konsep, prinsip, aturan yang akan disajikan dengan pendekatan induktif.
  2. Guru memberikan contoh-contoh khusus konsep, prinsip atau aturan yang memungkinkan siswa mampu memperkirakan (hipotesis) sifat umum yang terkandung dalam contoh-contoh itu.
  3. Menyajikan bukti-bukti berupa contoh tambahan untuk menunjang atau menyangkal perkiraan itu.
  4. Menyusun pertanyaan mengenai sifat umum yang telah terbukti berdasarkan langkah-langkah yang telah dilakukan sebelumnya.

Kelebihan dan Kekurangan Pendekatan Induktif

Kelebihan Pendekatan Induktif

  1. Meningkatkan motivasi belajar siswa.
  2. Menjadikan proses pembelajaran lebih terarah.
  3. Memberikan kesempatan siswa untuk mandiri, baik dalam hal berusaha ataupun menemukan sendiri suatu konsep sehingga mampu diingat dengan lebih baik.
  4. Pemahaman siswa akan sifat atau rumus dilakukan melalui contoh-contoh yang disajikan. Hal ini berguna untuk mengatasi hal-hal yang mungkin masih jadi keraguan siswa.
  5. Cocok untuk siswa dengan beragam tipe belajar.

Kekurangan Pendekatan induktif

  1. Membutuhkan waktu yang relatif lebih lama.
  2. Tidak semua siswa bisa terlibat secara aktif saat menyampaikan pendapat.
  3. Diperlukan bimbingan guru untuk mengarahkan siswa karena bisa jadi pemahaman yang didapatkan siswa masih kurang tepat.
  4. Perlu latihan dan aplikasi untuk memahami sifat dan rumus yang didapatkan.

Nah, itulah beberapa hal yang perlu diketahui terkait pendekatan induktif dalam proses pembelajaran. Jadi, apakah bapak/ibu guru tertarik untuk menerapkannya dalam kegiatan belajar mengajar di kelas?

© Copyright Oleh PT Jetorbit Teknologi Indonesia.
PT Jetorbit - Jln Godean KM 4,5. Ruko Godean Permai KAV 3, Sleman, DI Yogyakarta, Indonesia