6 Strategi yang Perlu Dimiliki Guru dalam Mengajar

Tugas utama seorang guru adalah mengajar dan mendidik. Dalam mengajar, guru membutuhkan metode pembelajaran yang tepat sehingga bisa membangun proses belajar yang optimal. Namun bukan hanya sekadar metode belajar, tetapi guru juga perlu memiliki strategi mengajar agar siswa dan suasana kelas bisa terasa menyenangkan. Suasana kelas yang menyenangkan adalah salah satu faktor yang juga bisa mempengaruhi semangat belajar siswa.

Guru membutuhkan strategi mengajar yang tepat, yang bisa membangun suasana belajar yang kondusif dan menyenangkan bagi siswa-siswanya. Lalu apa saja strategi yang perlu dimiliki guru agar bisa mengajar dengan optimal?

Strategi yang Perlu Dimiliki Guru dalam Mengajar

1. Menarik perhatian Siswa

Memiliki siswa yang menaruh perhatiannya untuk mendengarkan guru pada saat menyampaikan materi, bukanlah hal mudah. Hal ini karena biasanya siswa cenderung cepat bosan saat ada di dalam kelas. Oleh karena itu, penting bagi guru untuk memiliki strategi yang bisa menarik perhatian siswa.

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menarik perhatian siswa antara lain dengan menggunakan metode dan media pembelajaran yang menarik, mengimplementasikan game based learning, dan lain sebagainya. Saat perhatian anak sudah diperoleh, maka suasana kelas juga lebih menyenangkan dan akan memberikan dampak positif untuk proses pembelajaran.

2. Menerapkan Pembelajaran Kooperatif

Saat ini, proses pembelajaran dengan sistem teacher center kurang relevan dengan perkembangan anak yang semakin aktif. Oleh karena itu, penting bagi guru untuk mengetahui bahwa strategi student center akan lebih efektif dilaksanakan. Guru bisa meminta siswa untuk bekerja sama dengan membentuk kelompok.

Dengan cara itu, siswa akan berkembang pola pikirnya. Siswa menjadi lebih kreatif, kritis, percaya diri, dan solutif karena selalu dilibatkan untuk menyelesaikan masalah. Tidak hanya itu, kemampuan komunikasi siswa juga akan meningkat karena banyaknya interaksi yang terjadi, baik antarsiswa ataupun siswa dengan gurunya.

3. Menggunakan Teknologi dalam Proses Pembelajaran

Di zaman modern seperti ini, teknologi tentu sudah tidak asing di telinga kita semua. Banyak orang sudah menggunakan teknologi, baik yang sederhana hingga yang kompleks tingkatannya. Hal ini juga perlu diterapkan di kelas sebagai salah satu strategi mengajar oleh guru. Dengan memanfaatkan teknologi, pembelajaran menjadi lebih efektif dan pastinya akan lebih dekat dengan siswa-siswa yang kesehariannya juga bersinggungan dengan teknologi. 

Saat ini sudah banyak media yang bisa digunakan untuk membuat suasana pembelajaran lebih interaktif. Guru bisa menggunakan papan tulis interaktif, memanfaatkan komputer, hingga smartphone yang bisa menampilkan gambar dan video untuk menunjang proses pembelajaran. Menggunakan media bantu seperti ini akan membuat siswa lebih mudah memahami materi-materi yang sulit dipahami jika hanya sebatas teori ataupun teks saja.

4. Humoris dan Tidak Kaku

Strategi lain yang bisa digunakan adalah menjadi guru yang humoris dan tidak kaku. Hal ini penting untuk menghidupkan suasana kelas agar tidak tegang. Guru yang humoris dan fleksibel juga membuat siswa lebih nyaman bagi siswa. Meski begitu, gunakan humor yang masih sesuai dengan konteks kegiatan belajar dan jangan sampai melupakan tujuan utama yaitu mengajar dan menyampaikan materi kepada siswa.

5. Melakukan Kegiatan Belajar secara Outdoor

Belajar di kelas ada kalanya membuat siswa menjadi bosan. Pasalnya beberapa siswa merasa tidak bisa melihat langsung penerapan materi yang dipelajari secara langsung. Oleh karena itu, guru bisa menerapkan strategi belajar outdoor untuk me-refresh otak siswa. Tidak harus pergi ke tempat jauh, guru bisa mengajak siswa ke lingkungan sekitar sekolah untuk mengaitkan teori belajar yang sudah diajarkan dengan fakta yang terjadi di lapangan.

Saat ingin melakukan pembelajaran outdoor, ada baiknya dipersiapkan dengan matang. Mulai dari keamanan hingga waktu. Jangan sampai kegiatan belajar di luar kelas ini justru menjadi sekadar agenda bermain bagi anak-anak.

6. Memberikan Penilaian dan Apresiasi kepada Siswa

Penilaian menjadi salah satu hal penting setelah kegiatan belajar dilaksanakan. Penilaian digunakan untuk mengukur sejauh mana siswa menguasai materi yang telah diberikan. Penilaian juga sekaligus sebagai sarana refleksi bagi guru dalam mengajar. Apakah metode, media, hingga strategi yang diterapkan selama ini sudah cocok dengan siswanya atau tidak.

Tidak hanya memberikan penilaian saja, namun usahakan juga untuk selalu memberikan apresiasi kepada siswa atau usaha belajarnya selama ini. Siswa yang diberikan apresiasi dari gurunya merasa lebih dihargai dan ke depannya akan semakin semangat dalam belajar.

Nah, itulah tadi 6 strategi mengajar yang perlu diketahui guru agar kegiatan pembelajaran menjadi lebih menyenangkan. Selain cara-cara di atas, penggunaan media belajar juga mempengaruhi semangat belajar siswa.

Bapak/ibu guru bisa mencoba menggunakan Ujione untuk membantu kegiatan pembelajaran, mulai dari kegiatan belajar hingga pelaksanaan ujian. Tampilan dan banyaknya fiturnya menarik bisa membuat siswa lebih tertarik untuk belajar. Bapak/ibu guru juga akan lebih mudah dalam menyampaikan materi dan menyelenggarakan kegiatan ujian. Jadi, tertarik menggunakan? Kunjungi www.ujione.id untuk informasi lebih lengkap.

© Copyright Oleh PT Jetorbit Teknologi Indonesia.
PT Jetorbit - Jln Godean KM 4,5. Ruko Godean Permai KAV 3, Sleman, DI Yogyakarta, Indonesia