5 Tips Memberi Tahu Orang Tua Mengenai Masalah Siswa Saat Terima Rapor

Musim terima rapor sudah di depan mata! Ini saatnya para guru bertemu dengan orang tua siswa untuk melaporkan kegiatan siswa selama satu semester.

Momen pembagian rapor merupakan momen tepat untuk menyampaikan perkembangan siswa hingga masalah yang mungkin dialami siswa. Meski begitu, tidak jarang, banyak guru yang bingung terkait cara menyampaikan masalah yang dialami siswa kepada orang tua. Sebab jika menyampaikannya dengan cara yang kurang tepat, bisa saja orang tua malah merasa tersinggung dan marah. Lalu, bagaimana cara yang bijak untuk memberitahu orang tua jika buah hatinya memiliki permasalahan di sekolah? Yuk, kita simak tipsnya!

Tips Memberi Tahu Orang Tua Mengenai Masalah Siswa Saat Terima Rapor

1. Menggunakan Bahasa Santun dan Mudah Dimengerti

Hal pertama yang perlu dilakukan adalah menyampaikan permasalahan dengan bahasa yang santun dan mudah dimengerti. Guru perlu mencairkan suasana agar orang tua juga bisa lebih santai saat menerima informasi. Pada dasarnya, di sini guru hanya bertugas sebagai penyampai informasi sehingga tidak perlu bersikap menggurui. Dalam pertemuan seperti ini diharapkan guru dan orang tua mampu lebih memahami siswa sehingga bisa mencari jalan keluar terkait masalah yang dihadapi siswa.

2. Beritahu dengan Spesifik Masalah yang dialami Siswa

Selanjutnya, informasikan kepada orang tua permasalahan yang dihadapi anak dengan jelas dan spesifik. Misalnya kapan waktu terjadi tindakannya, perilakunya seperti apa yang menyebabkan masalah, serta apa akibat yang ditimbulkan. Informasi yang disampaikan haruslah bersifat faktual dan jelas. Cara penyampaian masalah seperti ini akan lebih membangun serta lebih mudah diterima oleh orang tua. Selain itu, akan lebih mudah bagi guru dan orang tua untuk mencari jalan keluarnya.

3. Dengarkan Juga Pendapat Orang Tua dan Jangan Memotong Pembicaraan

Setelah menyampaikan permasalahan siswa, berikan juga kesempatan kepada orang tua untuk berbicara dan menyampaikan pemikirannya. Dengan hal ini dapat tercipta komunikasi dua arah yang akan memudahkan proses diskusi. Dengarkan orang tua siswa dengan saksama dan jangan memotong pembicaraan yang disampaikan. Perhatikan saja hal-hal yang menjadi perhatian orang tua. Pada akhirnya, semua pastilah demi kebaikan siswa.

4. Jangan Menghakimi Siswa

Jangan menghakimi siswa atau membuat label tertentu terkait masalah yang ditimbulkan siswa. Penghakiman seperti itu dapat membuat orang tua justru kehilangan respect karena merasa anaknya mendapat label negatif. Orang tua yang kehilangan rasa hormatnya bisa melakukan penolakan atas informasi yang kita berikan. Jika hal ini dilakukan, maka proses penyelesaian masalah akan semakin sulit. Hal ini akan berbeda jika yang disampaikan adalah perilaku atau tindakannya, karena tentu akan ada kemungkinan siswa berubah perilakunya. Orang tua juga pasti akan lebih tenang dalam memahami informasi yang disampaikan.

5. Menyampaikan Rencana untuk Meningkatkan Kinerja Siswa pada Orang Tua

Tidak hanya menyampaikan permasalahan yang dilakukan siswa, kita juga perlu menyampaikan rencana atau langkah-langkah apa saja yang sudah dan akan dilakukan ke depannya. Sampaikan juga kelebihan dan kelemahan yang dimiliki siswa, sehingga orang tua juga bisa mendapatkan pandangan terkait apa yang bisa dipertahankan dan apa yang harus diperbaiki dari anaknya. Selanjutnya, secara bersama-sama guru dan orang tua bisa  mencari solusi bersama mengenai apa yang bisa dilakukan guru di sekolah dan orang tua di rumah.

Nah, itulah tadi beberapa tips yang bisa dilakukan guru pada saat ingin menyampaikan permasalahan anak kepada orang tua. Memberikan kritik pada siswa tentu bukan hal yang mudah, terlebih kepada orang tuanya. Namun, dengan cara penyampaian yang baik dan tepat, guru dan orang tua justru bisa bekerjasama untuk menjadikan siswa menjadi lebih baik. Semangat Bapak/Ibu guru!

© Copyright Oleh PT Jetorbit Teknologi Indonesia.
PT Jetorbit - Jln Godean KM 4,5. Ruko Godean Permai KAV 3, Sleman, DI Yogyakarta, Indonesia