7 Cara Membuat Mind Mapping untuk Meningkatkan Semangat Belajar

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin

Ada banyak metode pembelajaran yang bisa diterapkan oleh peserta didik dalam belajar. Salah satu metode tersebut adalah metode mind mapping atau yang biasa dikenal dengan peta konsep. Metode ini biasa digunakan agar peserta didik lebih mudah dalam mengingat suatu konsep tertentu.

Biasanya mind mapping berisikan gagasan-gagasan pokok ataupun gambar yang membuat peserta didik lebih tertarik untuk mempelajari suatu hal. Mind mapping memanfaatkan kerja otak kanan sekaligus otak kiri yang menyebabkan metode ini menjadi salah satu metode yang efektif dalam membantu proses pembelajaran.

Mind mapping akan sangat membantu peserta didik yang hendak melaksanakan ujian. Hal ini karena materi ujian yang terlalu banyak bisa lebih mudah diingat dengan metode ini. Di antara kita pasti sudah sering membuat mind mapping, namun mungkin saja ada beberapa yang masih bingung bagaimana cara membuatnya. Berikut ini terdapat beberapa cara agar mind mapping yang kita buat bisa menambah semangat belajar.

Cara Membuat Mind Mapping

1. Menentukan Media

Hal pertama yang dilakukan sebelum membuat mind mapping adalah menentukan media untuk membuatnya. Media yang digunakan bisa bermacam-macam. Kita bisa menggunakan kertas, papan tulis, ataupun menggunakan bantuan software di komputer. Pemilihan media ini tentu disesuaikan dengan apa yang kita suka.

2. Menentukan Bab atau Topik Utama

Setelah mengetahui media apa yang akan digunakan, selanjutnya kita perlu mengetahui bab atau topik apa yang ingin kita buat peta konsepnya. Letakkan bab atau topik utama di tengah jika media berbentuk horizontal dan di bagian atas jika kita menginginkan media kita berbentuk vertikal. Buat bab atau topik utama dengan ukuran yang sedikit lebih besar dari yang lain.

3. Membuat Cabang-cabang dari Topik Utama

Salah satu kendala dalam membuat mind mapping adalah media yang tidak cukup menampung seluruh sub topik yang ingin kita tuliskan. Oleh karena itu penting untuk membuat cabang-cabang dari topik utama, sehingga seluruh sub topik mendapatkan tempat untuk berada di dalam peta konsep tersebut.

Kita tidak harus membuat cabang-cabang tersebut dengan garis lurus. Garis lurus akan membuat mind mapping kita terkesan kaku, sedangkan dengan membuat mind mapping kita berharap bisa lebih rileks dalam belajar.

4. Menentukan Sub Bab dari Setiap Bab atau Topik

Langkah selanjutnya adalah menuliskan poin-poin penting dari setiap bab yang kita pilih. Kita bisa membaca keseluruhan materi dengan cepat kemudian mengambil bagian-bagian penting untuk dituliskan.

5. Menggunakan Kata-kata yang Mudah Dipahami

Salah satu tujuan pembuatan mind mapping adalah agar kita lebih mudah memahami suatu topik tertentu. Karenanya kita juga perlu menuliskan poin-poin penting dengan sederhana dan mudah dipahami. Kita bisa mengambil kata-kata kunci yang penting untuk dituliskan dalam mind mapping.

6. Memberikan Warna-warna yang Menarik

Salah satu hal yang khas dari mind mapping adalah adanya warna-warna yang membuat semangat belajar bertambah. Kita bisa memberikan warna-warna yang berbeda untuk setiap sub bab yang kita tuliskan.

7. Memberikan Ilustrasi

Dalam membuat mind mapping kita bisa berkreasi dengan menambahkan ilustrasi, simbol, atau hal-hal yang membuat kita lebih mudah memahami materi. Ilustrasi tentunya disesuaikan dengan materi yang sedang dibuat peta konsepnya. Tujuan dari ilustrasi ini adalah membantu kita untuk mengaitkannya dengan topik tertentu.

Nah, itulah tadi 7 cara membuat mind mapping yang menarik untuk meningkatkan semangat belajar kita. Jadi, ketika ujian datang kita tidak perlu panik dan takut. Sebab kita bisa menggunakan metode mind mapping ini untuk membantu persiapan ujian. Semoga cara-cara yang kami sampaikan bisa membantu teman-teman semua.