Belajar Tanpa Mencatat, Apakah Efektif?

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin

Sebelumnya, perlu diketahui bahwa metode belajar itu ada bermacam-macam jenisnya. Ada yang menggunakan metode visual melalui gambar atau tulisan agar cepat memahami pelajaran, ada yang metode belajarnya hanya menggunakan auditori atau pendengaran. Ada juga yang baru bisa memahami suatu pelajaran jika materinya disampaikan melalui kinetik atau gerakan. Bahkan, ada yang menyatukan keempat metode belajar tersebut untuk memahami pelajaran.

Jika metode belajar teman-teman lebih mengarah ke visual, artinya teman-teman tetap butuh mencatat materi. Namun, jika otak teman-teman sedang fokus dengan penjelasan guru, teman-teman tidak perlu mencatat saat itu juga. Teman-teman bisa mencatatnya nanti setelah guru selesai memberikan penjelasan. Hal ini berguna agar selama menerima penjelasan, fokus teman-teman tidak terbagi antara mencatat dan memerhatikan.

Nah, jadi sebenarnya belajar bisa tetap efektif meski teman-teman tidak mencatat di saat guru menjelaskan. Namun, jika teman-teman masih bingung dan bertanya mengenai bagaimana belajar tanpa mencatat bisa membuahkan hasil yang efektif, yuk simak ulasan di bawah ini.

Teknik Belajar Efektif

1. Memetakan Kemampuan

Meski mempunyai metode belajar yang berbeda-beda, hal yang perlu diperhatikan saat belajar adalah menerapkan prinsip active learning. Jadi pembelajaran aktif ini dimaksudkan agar otak kita bisa fokus dalam menyerap suatu materi pelajaran.

Nah, hal pertama yang harus teman-teman lakukan untuk menerapkan active learning yaitu memetakan terlebih dahulu kemampuan belajar yang teman-teman miliki. Sudah sejauh mana kemampuan teman-teman. Target seperti apa yang ingin dicapai. Materi-materi apa yang sudah dikuasai maupun yang masih perlu didalami, dan lain sebagainya. Dari memetakan hal-hal penting semacam itu, diharapkan teman-teman menjadi tahu metode belajar yang akan digunakan. 

2. Menjadikan Belajar Sebagai Pengalaman

Kebanyakan dari teman-teman mungkin hanya sampai pada tahap menghafal suatu materi tanpa memahami konsep materi yang sedang dipelajari. Hal ini bisa terjadi karena otak belum aktif sehingga menyebabkan teman-teman tidak menjadikan kegiatan belajar sebagai sebuah pengalaman.

Dari hal ini, teman-teman bisa mencoba untuk benar-benar masuk dalam kegiatan belajar itu sendiri. Dengan begitu, otak akan menjadi lebih aktif dan teman-teman akan lebih mudah memahami materi juga penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.

3. Menghubungkan Materi Satu dan Lainnya

Pada dasarnya, otak manusia terdiri dari kumpulan sirkuit neuron atau sel saraf. Jika otak sedang bekerja secara aktif, maka terjadilah sebuah hubungan yang menghubungkan jalur sel saraf satu dengan sel saraf lainnya. Begitu pula dalam belajar, teman-teman bisa mencari hubungan antara sirkuit neuron lama (pengetahuan yang sudah pernah dimiliki) dengan sirkuit baru (pengetahuan yang sedang dipelajari) secara mudah. 

Untuk mengasah kemampuan menghubungkan ini teman-teman harus aktif  dalam mengaitkan satu konsep materi dengan konsep materi lainnya. Teman-teman bisa menggunakan metode mind mapping agar lebih mudah mencari hubungan antarkonsep.

4. Mengaplikasikan Konsep yang Sudah Dipelajari

Suatu materi yang telah dipelajari akan menjadi semakin kuat jika teman-teman berhasil menerapkan dan menggunakannya secara terus menerus. Karenanya tidak hanya sekadar mengingat dan memahami, tetapi juga harus menerapkannya secara terus menerus dalam kehidupan sehari-hari.

5. Memantau Proses Belajar

Setelah melakukan beberapa teknik di atas, selanjutnya teman-teman bisa melakukan teknik memantau proses belajar yang sudah teman-teman lakukan. Teman-teman bisa memeriksa kembali apakah materi pelajaran yang dipelajari sudah dipahami dengan benar.  Apakah teman-teman benar-benar masih mengingat materi pelajaran yang lama atau tidak?

Memantau proses belajar ini juga dilakukan dengan tujuan memantau kondisi mental dan fisik teman-teman. Jadi tidak hanya fokus pada materi belajar saja, tetapi teman-teman juga harus tahu kondisi diri sendiri agar belajar yang dilakukan tetap efektif.

Nah, itulah tadi beberapa teknik yang bisa diterapkan agar belajar menjadi lebih efektif. Intinya, belajar efektif bisa dilakukan meski tanpa mencatat materi sekalipun, asalkan otak teman-teman dalam keadaan aktif.

Meski begitu, perlu diingat bahwa teman-teman tetap harus jujur pada diri sendiri mengenai metode belajar apa yang tepat sesuai dengan kapasitas diri. Jika belajar tanpa mencatat tidak membuahkan hasil yang baik, itu artinya teman-teman tidak perlu memaksakannya. Teman-teman bebas menggunakan metode belajar apa saja selama metode tersebut membuat teman-teman nyaman dalam  belajar.

Jadi, apakah belajar tanpa mencatat termasuk belajar efisien untuk teman-teman? Atau ada metode-metode unik lain yang teman-teman lakukan?