Berinvestasi untuk Pengajar? Berikut Tipsnya!

Bagi seorang pengajar sudah seharusnya kita menjadi manfaat untuk sekitar terlebih peserta didik. Namun, selain itu, kita juga harus memiliki manfaat untuk diri sendiri dan keluarga. Salah satu kebermanfaatan yang bisa diberikan pengajar untuk diri sendiri adalah dengan persiapan investasi yang matang. Pada artikel kali ini, kita akan sama-sama belajar terkait bagaimana sih berinvestasi yang cerdas bagi pengajar? Yuk langsung simak ulasannya.

Mengenal Apa itu Investasi

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), investasi merupakan penanaman uang atau modal dalam suatu perusahaan atau proyek untuk tujuan memperoleh keuntungan. Selain itu, investasi bisa dipahami sebagai penundaan pemakaian uang untuk berbelanja atau pengeluaran pada umumnya. Hal ini dilakukan untuk sesuatu yang menawarkan potensi keuntungan lebih besar dalam bentuk bunga, dividen atau laba karena kenaikan nilai dari instrumen investasi kita.

Mengapa Pengajar Perlu Berinvestasi?

Pengajar perlu melakukan investasi agar mampu mempertahankan gaya hidup ketika masa pensiun tiba, melawan inflasi, hingga mendapatkan pendapatan pasif.

Apa Saja yang Perlu Dilakukan dalam Berinvestasi?

Sebelum berinvestasi, kita perlu mengenali diri. Mengenali diri bisa dimulai dari mengenal tujuan investasi, bagaimana hasil yang diinginkan, dan jangka waktu untuk melakukan investasi. Selain itu, kita juga perlu mengukur keberanian dan kemampuan mengambil risiko, menambah pengetahuan tentang instrumen investasi, serta waktu untuk mengamati pergerakan investasi.

Berikut disajikan beberapa tips yang bisa kita jadikan acuan sebelum melakukan investasi.

1. Melakukan Riset

Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah melakukan riset. Kita perlu mengenal instrumen yang akan kita beli. Seperti ketika kita ingin berinvestasi dengan instrumen saham, kita perlu mengenali industrinya, mencari tahu performa emiten dari data historis, serta risiko apa yang akan terjadi jika kita memilih instrumen saham.

2. Melakukan Diversifikasi

Diversifikasi membantu kita dalam mengurangi risiko dari portofolio yang kita miliki.

3. Bertanya kepada Diri Sendiri Sebelum Berinvestasi

Sebelum memutuskan untuk berinvestasi, kita perlu bertanya pada diri sendiri, seperti apakah investasi yang akan dipilih sudah sesuai dengan rencana keuangan? Apakah investasi yang akan dipilih bersifat rasional? Apakah kita juga sudah mengetahui tentang adanya penipuan dalam berinvestasi?

Hal yang Perlu Dihindari dalam Berinvestasi

Selain mengetahui hal apa saja yang perlu dipersiapkan dalam berinvestasi, kita juga perlu mengetahui hal-hal yang mungkin merugikan kita saat melakukan investasi. Berikut adalah hal yang perlu dihindari dalam berinvestasi:

1. Jangan Meminjam Uang untuk Investasi

Pastikan pada saat kita melakukan investasi, kita menggunakan uang sendiri untuk berinvestasi. Jangan meminjam uang untuk berinvestasi, terlebih jika kita merasa tidak memiliki kemampuan analisis dari instrumen investasi yang akan kita pilih.

2. Jangan Berinvestasi Hanya karena Saran Dari Orang Lain

Penting bagi kita untuk bersikap objektif pada saat akan berinvestasi. Saran yang diberikan oleh orang lain tidak menjamin investasi yang kita lakukan akan menguntungkan. Jadi tetap lakukan analisa pribadi dan ambil keputusan karena diri sendiri.

3. Jangan Mudah Tergiur dengan Tawaran Keuntungan Investasi yang Tidak Rasional

Jika saat kita menganalisa dan mendapati investasi yang tidak rasional, maka kita perlu curiga karena bisa jadi hal tersebut merupakan penipuan. Biasanya para penipu menjanjikan keuntungan yang sangat tinggi dan bebas resiko kepada investor.

Itulah ulasan singkat terkait tips berinvestasi untuk pengajar. Semoga informasi yang disampaikan bisa membantu Anda para pengajar dalam memulai investasi.

© Copyright Oleh PT Jetorbit Teknologi Indonesia.
PT Jetorbit - Jln Godean KM 4,5. Ruko Godean Permai KAV 3, Sleman, DI Yogyakarta, Indonesia