4 Cara Mengajarkan Sikap Positif dan Menumbuhkan Empati kepada Siswa

Mudahnya akses internet dan perkembangan dunia digital ternyata bisa mempengaruhi tumbuh kembang anak, dalam hal ini termasuk pelajar atau siswa. Meski tidak semua, namun pasti kita pernah menemui perilaku-perilaku menyimpang yang dilakukan oleh siswa di mana faktor penyebabnya adalah internet. Dengan adanya fakta tersebut, sebagai orang tua tentu akan merasa khawatir terhadap perkembangan anak ke depannya. Orang tua dan pengajar harus cerdas dalam menyaring hal-hal yang dikonsumsi oleh siswa.

Salah satu hal yang bisa dilakukan adalah menjaga sikap positif dan menumbuhkan empati pada diri siswa. Hal ini bertujuan agar siswa tidak terlalu larut dalam nuansa negatif yang timbul akibat perkembangan zaman yang bergerak dengan begitu cepat. Sikap positif dapat membantu dalam menjaga perilaku serta kesehatan mental siswa, termasuk orang-orang di sekitar mereka. Selain itu itu, sikap empati dapat membuat siswa mampu merasakan emosi orang lain, sehingga siswa dapat membayangkan apa yang orang lain pikirkan dan rasakan.

Sebagai seorang guru atau pengajar, sudah menjadi tugasnya untuk mengajarkan perilaku positif dan menumbuhkan rasa empati kepada siswa. UNICEF telah merangkum beberapa hal yang perlu diperhatikan guru atau pengajar saat mengajarkan dan mempraktikkan sikap positif dan menumbuhkan empati kepada siswa.

Cara Mengajarkan Sikap Positif dan Menumbuhkan Empati kepada Siswa

1. Memberi Apresiasi terhadap Pencapaian Siswa

Dalam proses pembelajaran, selain penyampaian materi, guru/pengajar tentu akan memberikan tugas atau ujian kepada siswa untuk mengetahui sejauh mana pemahaman siswa terhadap suatu materi pelajaran. Dalam hal ini, diharapkan guru tidak lupa untuk memberikan apresiasi pada siswa ketika mereka berhasil mengerjakan tugas atau ujian dengan baik. Guru bisa memberi nilai, pujian, atau kata-kata penyemangat. Dengan begitu, siswa akan merasa usahanya dihargai dan jadi lebih bersemangat untuk mengikuti pembelajaran selanjutnya.

Siswa yang sering menerima apresiasi dari gurunya akan tumbuh dengan banyak energi positif. Rasa percaya diri siswa perlahan akan meningkat, jiwa kreatif dan inovatifnya juga akan berkembang dengan maksimal. Selain itu, karena terbiasa diperhatikan dan diberikan apresiasi, maka siswa juga akan memiliki kebiasaan tersebut sehingga menjadi lebih peduli dengan lingkungan di sekitarnya.

2. Mengajarkan Cara Penyampaian yang Baik dan Benar

Pada saat seorang guru ingin melarang siswa melakukan sesuatu, sebaiknya hindari untuk menggunakan kata-kata seperti “jangan” atau “tidak boleh”. Kita sebagai guru bisa mencari alternatif pilihan kata lain yang lebih positif sebagai penggantinya. Misalnya, kita dapat mengganti kalimat “Jangan menyontek!” dengan, “Tolong kerjakan tugasnya secara mandiri ya, supaya  kamu lebih cepat menguasai materi.” Selain itu, usahakan untuk menyampaikan hal-hal tersebut dengan cara yang baik dan tidak melukai hati siswa. Cara penyampaian yang baik dari guru akan lebih mudah diterima dan dipatuhi oleh siswa. Selain itu, secara tidak langsung, kita telah mengajarkan bagaimana cara menjaga dan menghargai perasaan orang lain kepada siswa.

3. Menerapkan Disiplin Positif kepada Siswa

Disiplin positif merupakan upaya yang bisa dilakukan untuk membangun nilai kedisiplinan pada siswa tanpa perlu menggunakan kekerasan dan ancaman. Kita bisa mengajarkan kepada siswa untuk memupuk rasa tanggung jawab dan memahami konsekuensi (akibat) dari setiap perbuatan yang telah dilakukan. Dengan begitu, siswa akan belajar untuk membuat keputusan yang baik sebelum bertindak.

4. Membangun Sikap Saling Tolong Menolong

Meski terlihat sederhana, ternyata sikap saling tolong menolong tidak dapat muncul begitu saja. Untuk menumbuhkan sikap tersebut diperlukan pengajaran dan latihan kepada lingkungan sekitar. Oleh karena itu, penting bagi guru untuk mengajarkan rasa tanggung jawab kepada siswa. Ada banyak cara yang bisa dilakukan, khususnya di lingkungan sekolah. Misalnya saja melaksanakan kegiatan gotong royong membersihkan kelas atau lingkungan sekolah.

Di zaman modern seperti ini, kita sebagai guru bisa mengajarkan siswa untuk melakukan kegiatan donasi yang bisa diselenggarakan secara online. Selain itu kita juga bisa mengajarkan siswa untuk menolong temannya yang lain yang mungkin mendapat ancaman atau bullying di lingkungan sekolah. Sikap tolong menolong yang diajarkan sejak dini dapat membuat siswa menjadi lebih peduli terhadap lingkungan sekitar dan memiliki rasa empati yang tinggi.

Demikianlah 4 cara yang bisa diterapkan untuk mengajarkan sikap positif dan menumbuhkan empati pada diri siswa. Semangat untuk terus menularkan kebaikan guru-guru hebat sekalian!

© Copyright Oleh PT Jetorbit Teknologi Indonesia.
PT Jetorbit - Jln Godean KM 4,5. Ruko Godean Permai KAV 3, Sleman, DI Yogyakarta, Indonesia