7 Hal yang Sebaiknya Dihindari oleh Guru

Seperti yang kita tahu, seorang guru atau pendidik memegang peranan yang penting dalam keberhasilan proses pembelajaran. Tidak hanya penguasaan materi saat berada di depan kelas, namun segala yang dilakukan guru sangat perlu diperhatikan mengingat guru menjadi contoh bagi siswa-siswanya. Mulai dari tutur kata, perilaku, semuanya haruslah mencerminkan hal-hal positif yang nantinya juga bisa diikuti oleh siswa.

Tetapi, fakta di lapangan kadang masih jauh berbeda. Pada beberapa sekolah, masih ditemui guru-guru yang justru membuat para siswanya takut dan cenderung tidak ingin belajar jika guru tersebut yang mengajar. Hal ini tentu menjadi kabar buruk bagi guru. Oleh karena itu ada hal-hal yang sebaiknya dihindari agar guru bisa menjadi pribadi yang mampu menjadi contoh, baik di dalam ataupun di luar kelas.

Apa saja hal-hal tersebut? Yuk simak ulasannya sampai habis.

Hal-hal yang Sebaiknya Dihindari Guru

1. Terlambat

Sebagai guru, kita sering menasehati siswa agar tidak terlambat pergi sekolah atau masuk kelas bukan? Nah, ada baiknya jika sebelum marah-marah pada siswa yang terlambat, kita juga introspeksi diri terlebih dulu. Jangan-jangan kita sering melakukan hal tersebut sehingga siswa-siswa justru mencontohnya.

Jika iya, maka hilangkan kebiasaan tersebut. Terlambat masuk sekolah atau masuk kelas bisa jadi salah satu indikasi tidak disiplin dan tidak menghargai waktu. Jika hal tersebut dilakukan secara berulang, maka akan berdampak buruk bagi diri sendiri juga orang-orang di sekitar kita. Jangan lupa juga untuk menyampaikan maaf jika suatu waktu kita terpaksa terlambat masuk kelas.

2. Suka Marah dan Berkata Kasar

Sebagai seorang guru, kita harus bisa membedakan bagaimana berlaku tegas dan marah-marah tidak jelas. Guru yang cerdas tidak akan marah-marah tidak jelas kepada siswanya melainkan mengajak untuk bicara dan berdiskusi terkait masalah yang dialami siswa. Hindari juga menggunakan kata-kata kasar saat sedang memberitahu siswa.

Menggunakan kata-kata kasar dan marah tidak akan membuat siswa jera, sebaliknya justru membuat siswa kehilangan rasa hormatnya kepada kita. Jadi, jika ada hal-hal yang tidak sesuai dengan harapan, ada baiknya untuk mencari tahu lebih dulu dan membicarakannya dengan kepala dingin.

3. Melakukan Tindak Kekerasan

Meski zaman telah semakin modern, tidak jarang kita masih mendengar tindak kekerasan yang dilakukan guru kepada siswanya. Hal ini tentu tidak bisa ditoleransi dan dibiarkan saja. Guru adalah contoh bagi siswa-siswanya, sehingga melakukan tindak kekerasan terutama berkaitan dengan fisik tentulah masuk dalam perbuatan tercela. Jika parah, hal tersebut bisa saja masuk dalam tindakan pidana.

Oleh karena itu, jangan sampai kita melakukan tindak kekerasan kepada siswa meski kesalahan mereka terlihat fatal. Masih ada opsi lain seperti membimbing dan menuntun mereka ke arah yang baik dengan cara-cara yang lembut dan tidak menyakiti hati serta fisik.

4. Mengajar Tanpa Persiapan

Saat berada di depan kelas, guru sudah seharusnya siap untuk menyampaikan materi kepada siswa. Namun ternyata, masih ada beberapa guru yang justru kebingungan saat harus menyampaikan materi pembelajaran. Hal tersebut tentu harus dihindari karena akan membuat siswa justru semakin bingung. 

Ada baiknya, kita sebagai guru, selalu mempersiapkan keperluan mengajar, mulai dari materi yang akan disampaikan, metode belajar, media belajar, tugas yang akan diberikan, dan lain sebagainya. Dengan persiapan yang matang, mengajar jadi lebih menyenangkan, dan siswa pun juga semakin bersemangat dalam belajar.

5. Memberi Tugas tanpa Dibahas

Ada beberapa siswa yang sering mengeluhkan bahwa kerap diberi tuga soleh gurunya namun tidak pernah dibahas. Hal tersebut tentu memprihatinkan, mengingat salah satu peran guru adalah untuk memberikan pemahaman.

Saat kita memberikan tugas kepada siswa, sebaiknya kita juga menjelaskannya pada pertemuan berikutnya. Jangan sampai siswa malas mengerjakan tugas hanya karena kita yang jarang mengoreksi dan membahasnya di depan kelas. Membahas tugas yang sudah dikumpulkan bisa menambah pengetahuan bagi siswa.

6. Sering Membandingkan Siswa

Tidak ada seseorang yang ingin dibandingkan dengan orang lain, termasuk siswa. Guru yang sering membandingkan antara siswa yang satu atau kelas satu dengan kelas lain akan menimbulkan perasaan tidak suka dari siswa. Siswa merasa kurang dihargai bahkan merasa diremehkan jika guru membanding-bandingkannya denagn yang lain.

Karenanya, hindari membandingkan siswa karena setiap siswa unik dengan caranya. Alih-alih membandingkan, lebih baik kita apresiasi apapun yang dilakukan siswa meski itu adalah hal kecil. Jangan ragu untuk memuji bakat yang dimiliki siswa karena hal tersebut bisa membuat siswa jadi lebih bersemangat.

7. Cuek dan Kaku kepada Siswa

Siswa dan guru membutuhkan hubungan emosional yang baik sehingga interaksi bisa terjalin dengan baik. Guru yang cuek kepada siswa seolah hanya menggugurkan kewajiban mengajar saja karena tidak melibatkan perasaan yang bisa menimbulkan hubungan yang baik dan penuh manfaat. Guru yang cuek dan kaku juga kurang disenangi dengan siswa, akibatnya apapun yang disampaikan bisa jadi sulit ditangkap oleh siswa.

Siswa lebih suka guru yang hangat dan humoris, karena mampu menimbulkan rasa nyaman saat berada di dalam kelas. Suasana hangat di dalam kelas juga bisa mempengaruhi prestasi belajar siswa.

Nah, itulah tadi hal-hal yang perlu dihindari jika kita ingin menjadi guru teladan. Semoga informasi yang disampaikan di atas bisa menambah wawasan kita semua. Semoga guru dan pendidikan di Indonesia bisa selalu memberikan dan menghasilkan hal yang terbaik. 

© Copyright Oleh PT Jetorbit Teknologi Indonesia.
PT Jetorbit - Jln Godean KM 4,5. Ruko Godean Permai KAV 3, Sleman, DI Yogyakarta, Indonesia