Mengenal Apa Itu Teori Kognitif

Dalam dunia pendidikan, banyak sekali teori-teori belajar yang biasa digunakan dalam proses pembelajaran. Dengan adanya hal tersebut, tidak jarang guru justru merasa kebingungan untuk memilih teori belajar mana yang akan digunakan untuk mengajar. Padahal pemilihan teori belajar yang tepat bisa menjadikan suasana kelas menjadi lebih nyaman dan menyenangkan.

Salah satu teori belajar yang cukup terkenal dan sering digunakan dalam proses pembelajaran adalah teori kognitif. Teori belajar kognitif ini memiliki pengaruh yang cukup signifikan terhadap kegiatan belajar yang dilakukan. Menerapkan teori belajar kognitif akan membantu pengajar dalam melihat perubahan yang terjadi pada kognitif atau mental siswa-siswanya.

Secara lebih rinci, pembahasan terkait apa itu teori belajar kognitif dan fungsinya akan di bahas di bawah ini.

Pengertian Teori Kognitif

Teori belajar kognitif juga biasa dikenal dengan istilah teori belajar kognitif Piaget. Teori kognitif lahir setelah teori behavioristik, yang memang ditujukan untuk melengkapi teori sebelumnya. Jika pada teori behavioristik lebih menekankan adanya stimulus dan respon, maka teori kognitif berusaha memperhatikan siswa dari segi perubahan mental dan perilaku. Misalnya bagaimana seorang siswa mencoba memahami suatu hal, cara mereka berpikir, dan bagaimana mereka menggunakan pengetahuan yang telah didapat untuk memecahkan masalah yang ada di sekitarnya.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kognitif berhubungan dengan atau melibatkan kognisi atau berdasar kepada pengetahuan faktual yang empiris.

Sedangkan menurut beberapa ahli, pengertian kognitif adalah sebagai berikut.

  1. Piaget berpendapat bahwa kognitif adalah bagaimana cara seseorang melakukan adaptasi dengan menginterpretasikan objek serta kejadian yang ada di sekitarnya.
  2. Williams dan Susanto, menurut keduanya kognitif merupakan cara seorang individu bertindak, bertingkah laku, dan bagaimana cepat atau lambatnya individu tersebut memecahkan masalah yang tengah dihadapi.
  3. Drever, kognitif ialah istilah umum yang melingkupi metode pemahaman yaitu penilaian, persepsi, imajinasi, penalaran, serta penangkapan makna dari seorang individu.
  4. Neisser, kognitif menurut Neisser ialah perolehan, penggunaan pengetahuan serta penataan pengetahuan yang diperoleh seorang individu.

Dari beberapa penjelasan di atas, bisa disimpulkan bahwa teori kognitif erat kaitannya dengan tingkat kecerdasan seseorang, yang meliputi proses memecahkan masalah, kegiatan mengingat, hingga mengambil keputusan.

Fungsi Teori Kognitif

1. Meningkatkan Daya Ingat

Sejak usia dini, anak dianjurkan untuk melakukan kegiatan yang mampu merangsang daya ingat mereka dengan metode-metode yang disesuaikan dengan usianya. Hal ini juga bisa membantu anak untuk berlatih fokus dan melatih konsentrasi. Dengan menggunakan teori kognitif, para orang tua dan pengajar mampu melihat potensi yang ada pada diri anak-anak tersebut.

2. Mampu Memfokuskan Perhatian

Dengan menggunakan teori kognitif, pengajar melatih anak untuk memfokuskan perhatian terhadap rangsangan yang muncul di sekitar mereka. Setelahnya, mereka diminta untuk melakukan seleksi terhadap rangsangan tersebut, apakah memang perlu diperhatikan atau diabaikan saja. Dengan begitu, anak-anak akan terlatif rasa sensitivitasnya dan berlatih untuk memusatkan sesuatu pada hal-hal yang penting saja.

3. Melatih Kebiasaan Berpikir Kompleks dan Kritis

Teori belajar kognitif mengajarkan anak untuk selalu berpikir kompleks dan kritis. Hal tersebut sangat baik untuk perkembangan anak karena dengan begitu sistem saraf secara otomatis akan fokus ketika menyerap informasi dan pengetahuan dalam proses yang cepat. Teori belajar kognitif ini juga bisa mewujudkan daya serap yang cepat pada anak dan memiliki memori jangka panjang.

4. Memiliki Kemampuan Bahasa yang Baik

Kemampuan berbahasa menjadi satu hal yang cukup penting dalam kehidupan sehari-hari. Dengan menggunakan teori kognitif, kemampuan berbahasa seseorang akan lebih baik disebabkan kebiasaan berpikir yang juga terencana dengan baik. Akibatnya, pola berkomunikasi dan kemampuan menangkap bahasa juga akan lebih baik.

5. Kemampuan Mengenali dan Merasakan

Kemampuan mengenali benda-benda yang ada di sekitar merupakan salah satu pengaruh dari fungsi kognitif yang sudah ada sejak tahap awal anak bertumbuh. Setelahnya, kemampuan ini meningkat hingga anak mampu membedakan hal-hal yang tingkatannya lebih rumit. Teori kognitif membuat seseorang mampu menyerap informasi dengan cepat kemudian melakukan pengamatan hingga akhirnya dapat membedakan benda.

6. Melahirkan Kemampuan Eksekusi

Asian business woman hands on a wooden office desk pick puzzle. Business solutions, success and strategy concept. Businessman hand connecting jigsaw puzzle.Close up photo with selective focus.

Tidak hanya berhasil merencanakan, namun teori kognitif juga melatih seseorang hingga mengeksekusi rencana-rencana dengan baik. Otak yang sudah biasa menyerap banyak hal dan sudah mampu berpikir komplek, menjadi seorang individu menjadi sosok yang solutif dan mampu menyelesaikan permasalahan yang datang dengan tepat dan bijaksana. 

Nah, itulah tadi penjelasan tentang teori kognitif dan fungsinya. Semoga setelah membaca artikel ini, bapak/ibu guru bisa menerapkan teori belajar ini sebagai salah satu teori yang bisa mendukung keberhasilan proses pembelajaran.

Tidak hanya teori saja, namun media pembelajaran juga tidak kalah penting untuk mensukseskan kegiatan belajar. Salah satu media yang bisa digunakan adalah aplikasi Ujione. Sebuah aplikasi yang mewadahi seluruh kegiatan pembelajaran, mulai dari proses belajar, jadwal belajar, mengumpulkan tugas, hingga melaksanakan ujian. Tersedia juga fitur-fitur memadai yang tentunya mudah digunakan. Untuk mengetahui informasi lebih lanjut, silakan kunjungi www.ujione.id.

© Copyright Oleh PT Jetorbit Teknologi Indonesia.
PT Jetorbit - Jln Godean KM 4,5. Ruko Godean Permai KAV 3, Sleman, DI Yogyakarta, Indonesia