Mengenal Model Pembelajaran Kooperatif dan Jenis-jenisnya

Sesuai dengan namanya, pembelajaran kooperatif dapat diartikan sebagai kegiatan belajar bersama-sama. Pembelajaran ini dilakukan agar siswa dapat saling membantu antara satu dengan yang lain dalam belajar. Keberhasilan belajar dari kelompok tergantung pada kemampuan dan aktivitas anggota kelompok, baik secara individual maupun secara kelompok. Ada banyak hal yang perlu diketahui terkait pembelajaran kooperatif ini agar bisa dijalankan dengan efektif.

Apa saja hal-hal tersebut? Yuk simak sampai habis ulasan di bawah ini.

Pengertian Model Pembelajaran Kooperatif

Berikut adalah pengertian pembelajaran kooperatif menurut beberapa ahli.

  • Bern & Erickson (2001:5) menyebutkan bahwa pembelajaran kooperatif merupakan strategi pembelajaran yang mengorganisir pembelajaran dengan menggunakan kelompok belajar kecil dimana siswa bekerja sama untuk mencapai tujuan belajar.
  • Warsono & Hariyanto (2014:161) mengatakan bahwa pembelajaran kooperatif adalah model pembelajaran yang melibatkan sejumlah kelompok kecil siswa bekerja sama dan belajar bersama dengan saling membantu secara interaktif untuk mencapai tujuan pembelajaran yang dirumuskan.
  • Menurut Hamdayama (2016:145) pembelajaran kooperatif adalah kegiatan belajar yang dilakukan oleh siswa dalam kelompok-kelompok tertentu untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan.
  • Riyanto (2010:267) mengatakan pembelajaran kooperatif adalah metode pembelajaran yang dirancang untuk melatih kecakapan akademis (academic skills), keterampilan sosial (social skill), serta interpersonal skill.

Dari beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa pembelajaran kooperatif adalah sebuah model pembelajaran yang melibatkan kelompok belajar di mana terdiri dari siswa-siswa dengan kemampuannya masing-masing. Hasil yang diharapkan dari penggunaan metode ini adalah siswa mampu meningkatkan kemampuan akademik, keterampilan sosial,serta kemampuan interpersonal.

Tujuan Model Pembelajaran Kooperatif

Berikut adalah beberapa tujuan dari pelaksanaan kegiatan belajar dengan model pembelajaran kooperatif.

  1. Menciptakan situasi di mana keberhasilan individu bergantung pada keberhasilan kelompok.
  2. Menjadikan teman sebaya sebagai sumber belajar selain guru dan buku.
  3. Menjadikan siswa yang lebih mampu sebagai narasumber bagi siswa yang kurang mampu, yang memiliki orientasi dan bahasa yang sama. 
  4. Memberi peluang agar siswa dapat menerima teman–temannya yang mempunyai berbagai perbedaan latar belajar. Perbedaan itu tersebut antara lain perbedaan suku, agama, kemampuan akademik dan tingkat sosial. 
  5. Mengembangkan keterampilan sosial siswa, seperti berbagi tugas, aktif bertanya, mengemukakan pendapat dan lain sebagainya.

Sintak Model Pembelajaran Kooperatif

Suprijono (2015) memaparkan sintak, langkah, atau penerapan model pembelajaran kooperatif terdiri dari enam fase sebagai berikut.

1. Menyampaikan Tujuan dan Mempersiapkan Siswa

Tahap pertama ini digunakan oleh guru untuk menjelaskan tujuan pembelajaran dan mempersiapkan siswa untuk mengikuti kegiatan pembelajaran.

2. Menyajikan Informasi

Guru mempresentasikan informasi kepada siswa secara verbal.

3. Mengorganisir Siswa ke dalam Kelompok Belajar

Guru memberikan penjelasan kepada siswa tentang cara membentuk kelompok belajar dan membantu kelompok dalam melakukan transisi agar efisien.

4. Membantu Kerja kelompok dan Belajar

Pada tahap ini, guru berperan dalam membantu kelompok-kelompok belajar selama kegiatan mengerjakan tugas kelompok.

5. Evaluasi

Guru menguji pengetahuan siswa terkait berbagai materi pembelajaran yang ditugaskan atau melalui presentasi oleh kelompok-kelompok masing-masing.

6. Memberikan Pengakuan atau Penghargaan

Guru memberikan apresiasi terkait apa yang sudah dilakukan siswa secara individu maupun kelompok.

Jenis-jenis Pembelajaran Kooperatif

Terdapat jenis-jenis model pembelajaran kooperatif yang dapat diterapkan dalam proses pembelajaran. Setiap model memiliki karakteristik masing-masing yang bisa disesuaikan dalam pembelajaran atau situasi tertentu. Pemilihan model pembelajaran ini juga harus disesuaikan dengan karakteristik siswa dan materi yang akan disampaikan.

1. Jigsaw

Model pembelajaran jigsaw merupakan model pembelajaran kooperatif di mana siswa belajar dalam kelompok kecil yang terdiri dari 4-6 siswa secara heterogen. Pada pembelajaran jigsaw ini terdapat kelompok asal dan kelompok ahli. 

Kelompok asal yaitu kelompok induk siswa yang beranggotakan siswa dengan kemampuan dan latar belakang yang beragam. Kelompok ahli yaitu kelompok siswa yang terdiri dari anggota kelompok asal yang berbeda dan ditugaskan untuk mempelajari dan mendalami topik tertentu dan menyampaikan tugas-tugas yang berhubungan dengan topiknya untuk kemudian dijelaskan kepada kelompok asal.

2. STAD (Student Team Achievement Division)

Student Team Achievement Division (STAD) adalah salah satu jenis kooperatif yang menekankan adanya aktivitas serta interaksi antara siswa agar saling memotivasi dan membantu dalam menguasai materi pelajaran guna mencapai prestasi yang maksimal.

3. TGT (Team game Tournament)

Jenis model pembelajaran kooperatif TGT ini dilakukan dengan menempatkan siswa ke dalam kelompok belajar dengan adanya permainan pada setiap meja turnamen. Permainan tersebut akan menggunakan kartu berisi soal dan kunci jawabannya.

4. GI (Group Investigation)

Group Investigation (GI) adalah model pembelajaran kooperatif yang kompleks. Model pembelajaran ini memadukan antara prinsip belajar kooperatif dan pembelajaran berbasis konstruktivisme serta proses pembelajaran demokrasi.

Model pembelajaran ini juga mengharapkan agar siswa mampu terlibat aktif dari tahap awal sampai akhir pembelajaran. Pembelajaran kooperatif model ini menjadikan siswa mampu berfikir secara analitis, kritis, kreatif, reflektif dan produktif.

5. NHT (Number Head Together)

Model pembelajaran kooperatife tipe NHT (kepala bernomor) merupakan pengembangan dari model kooperatif tipe TGT. Ciri khususnya adalah pembelajaran kelompok melalui penyelesaian tugas dengan saling membagi ide. Setiap kelompok harus memastikan bahwa anggotanya memahami dan menguasai tugas, sehingga semua siswa memahami konsep bersamaan.

6. TPS (Think Pair Share)

Tipe pembelajaran model ini dikembangkan oleh Frank T. Lyman (1981) dan memungkinkan setiap anggota pasangan siswa mampu berkontemplasi terhadap sebuah pertanyaan yang diajukan. Siswa bersama kelompoknya diminta untuk mendiskusikan apa yang telah dipikirkan. Setelah diskusi selesai, selanjutnya guru mengumpulkan tanggapan atau jawaban atas pertanyaan yang diajukan dari seluruh kelas.

Demikian informasi terkait model pembelajaran kooperatif yang bisa dibagikan. Apakah bapak/ibu tertarik untuk menggunakan model pembelajaran ini di kelas? Atau justru bapak/ibu guru sudah menggunakan model pembelajaran ini? Mana jenis pembelajaran kooperatif yang paling disukai siswa?

© Copyright Oleh PT Jetorbit Teknologi Indonesia.
PT Jetorbit - Jln Godean KM 4,5. Ruko Godean Permai KAV 3, Sleman, DI Yogyakarta, Indonesia