Mengetahui Perbedaan Soal HOTS dan LOTS

Keberadaan soal HOTS (Higher Order Thinking Skills) dan soal LOTS (Lower Order Thinking Skill) pastilah sudah tidak asing lagi bagi kita yang berkecimpung di dunia pendidikan. Soal menjadi salah satu faktor yang bisa digunakan untuk mengukur perkembangan prestasi akademik siswa. Tidak hanya pengajar yang kompeten, soal yang memiliki standar dan kriteria yang baik juga lebih cepat menstimulasi perkembangan otak siswa. Setelah cukup hits pada beberapa tahun lalu, soal tipe HOTS dan LOTS ini sudah mulai digunakan untuk kegiatan penilaian di lembaga-lembaga pendidikan. Kombinasi dua tipe soal ini dirasa tepat untuk siswa karena merangkum semua aspek pada kriteria penilaian.

Namun, adakah yang masih bingung terkait dua tipe soal ini?

Tenang, pada artikel kali ini akan dibahas tentang perbedaan soal HOTS dan LOTS. Yuk simak informasi lengkapnya.

Apa itu LOTS?

LOTS atau Lower Order Thinking Skills merupakan kemampuan berpikir siswa secara fungsional. LOTS juga biasa disebut sebagai teknik belajar. Dalam hal ini, yang dilakukan siswa biasanya berupa kegiatan mencatat, menyalin, menghafal, atau mengikuti. Kegiatan-kegiatan tersebut umumnya dilakukan karena ada instruksi dari guru ataupun mengikuti kebiasaan teman-teman sebayanya. 

Soal-soal yang berkaitan dengan LOTS ini juga pada akhirnya adalah soal-soal dengan tipe mengingat, menghafal, yang bersifat terbatas. Menggunakan teknik belajar dan soal-soal dengan tipe ini menjadikan siswa kurang memahami konsep dasar yang disampaikan. Jika pada proses pembelajaran, hanya menggunakan teknik dan tipe soal ini, maka siswa cenderung lebih pasif karena tidak mendapatkan tantangan yang berarti untuk terus mengeksplor dirinya.

Apa Itu HOTS?

Istilah HOTS berawal dari konsep Benjamin S. Bloom dkk. dalam buku berjudul Taxonomy of Educational Objectives: The Classification of Educational Goals (1956) yang mengkategorikan berbagai tingkat pemikiran bernama Taksonomi Bloom, mulai dari yang terendah hingga yang tertinggi.

Berbeda dengan teknik dan soal-soal tipe LOTS, HOTS menyajikan permasalahan yang lebih kompleks. Kegiatan yang dilakukan tidak lagi sekadar mengingat dan menghafal, tapi juga memahami, mengaplikasikan, menganalisis, dan mengevaluasi. Bahkan di beberapa bab atau ujian, terdapat pula kegiatan memodifikasi dari pengetahuan yang sudah ada sebelumnya. 

Soal-soal HOTS memang cenderung lebih sulit daripada LOTS. Meski begitu hal ini menjadi kabar baik bagi guru dan siswa. Dengan menggunakan soal HOTS guru diharap akan lebih kreatif dalam membuat soal dan siswa juga dituntut untuk lebih cakap dalam memecahkan soal.

Perbedaan HOTS dan LOTS

Dari penjelasan di atas, maka gambaran yang lebih rinci terkait perbedaan HOTS dan LOTS adalah sebagai berikut.

1. Pengertian

Perbedaan pertama yang sudah pasti terlihat adalah pengertian keduanya. LOTS mengakomodir cara berpikir yang sederhana, cenderung langsung pada persoalan, dan tidak membutuhkan pemahaman serta analisis yang berbelit-belit.

Sedangkan HOTS merupakan kemampuan berpikir tingkat tinggi yang mencakup segala tingkatan, mulai dari mengingat, memahami, mengaplikasikan, menganalisis, mengevaluasi, hingga mencipta. Kemampuan berpikir ini diharapkan mampu menjadikan siswa mampu berpikir kritis dan berlaku kreatif.

2. Tujuan

Perbedaan selanjutnya adalah terkait tujuan pembelajaran. LOTS menargetkan tujuan pembelajaran yang lebih sederhana dibandingkan dengan HOTS. Pada soal-soal LOTS siswa hanya akan berhasil mengingat dan memahami suatu materi saja. Sedangkan soal HOTS meminta siswa untuk mampu memahami konsep secara lebih jauh, karena ada proses analisis dan evaluasi di dalamnya.

3. Konsep Belajar

Konsep belajar yang diterapkan saat menghadapi soal-soal LOTS adalah menjadikan guru sebagai pusat belajar, sehingga juga memiliki keterbatasan ruang untuk mengulik lebih jauh materi yang dipelajari. Hal ini berbeda dengan HOTS yang justru menitikberatkan anak sebagai pusat dan guru hanya berperan sebagai fasilitator. Teknik belajar dan soal HOTS menjadikan siswa lebih kreatif, aktif, interaktif.

4. Karakteristik Siswa

Teknik belajar serta tipe soal LOTS dan HOTS ini ternyata juga mampu mempengaruhi karakteristik siswa setelah menerima suatu materi tertentu. Guru yang hanya menggunakan metode dan menyajikan soal LOTS saja cenderung menghasilkan siswa yang lebih pasif. Hal ini karena pada proses pembelajaran, keterlibatan juga tidak kalah penting dari keberadaan guru itu sendiri. Siswa juga berhak untuk mengeksplor dirinya agar terus aktif dan berkembang, sehingga menggunakan metode dan memberikan latihan soal dengan tipe HOTS menjadi hal yang sangat perlu dipertimbangkan.

5. Tingkat Pemahaman Siswa

Dalam kegiatan belajar, siswa tidak hanya dituntut untuk hafal pada suatu materi yang diajarkan, tetapi juga harus paham hingga mampu melakukan analisis dan evaluasi. Siswa tidak boleh menjadi pasif karena hal tersebut juga akan mempengaruhi cara berpikir mereka. Oleh karena itu, tidak cukup pada soal tipe LOTS saja, siswa juga harus dibiasakan untuk memecahkan masalah-masalah yang lebih kompleks seperti pada tipe-tipe soal HOTS.

Demikian perbedaan HOTS dan LOTS yang mungkin bisa membantu kita semua untuk lebih memperhatikan dan mempertimbangkan kualitas soal-soal yang dibuat. Membuat soal tipe HOTS memang bukan hal mudah, namun dengan rajin mencari referensi dan melakukan diskusi, kita akan terbiasa.

© Copyright Oleh PT Jetorbit Teknologi Indonesia.
PT Jetorbit - Jln Godean KM 4,5. Ruko Godean Permai KAV 3, Sleman, DI Yogyakarta, Indonesia