5 Tips Mengontrol Emosi untuk Guru

Bukan hal aneh jika kita yang berprofesi sebagai guru terkadang emosi saat proses pembelajaran sedang berlangsung. Pasalnya siswa di kelas dengan beragam karakter tidak bisa selalu dalam kondisi fokus dan siap menerima pelajaran.

Beberapa siswa terkadang ada dalam suasana hati yang tidak baik, atau sedang mengalami rasa malas belajar, sehingga guru juga harus memutar otak untuk tetap bisa menciptakan suasana belajar yang kondusif.

Meski begitu, sebagai guru kita tidak bisa serta merta marah-marah saat sedang emosi. Kita harus mempertimbangkan banyak hal sebelum meluapkan emosi kita. Untuk itu, penting bagi guru untuk mengetahui hal-hal apa saja yang perlu dilakukan untuk mengontrol emosi.

Mengapa Penting mengontrol Emosi?

Emosi erat kaitannya dengan definisi negatif dan hampir semua dari kita pernah merasakannya, termasuk guru. Tapi, memiliki emosi negatif bukan alasan untuk kita bisa menunjukkannya secara apa adanya. Emosi negatif ternyata bisa diubah ke dalam bentuk positif.

Mudah marah dan tersinggung saat mengajar bukanlah tindakan yang baik dan bukan solusi untuk mengatasi hal-hal yang terjadi selama kegiatan belajar mengajar. Guru yang emosi tidak lantas bisa membalikkan keadaan kelas menjadi kondusif, namun bisa jadi justru memperparahnya.

Sebagai sosok yang lebih muda dari kita, siswa memiliki emosi yang jauh belum stabil dibanding kita, gurunya. Oleh karena itu, jika terjadi hal-hal yang dianggap tidak ideal, sebagai guru kita bisa mencari solusi atas masalah tersebut. Misalnya, kita bisa melakukan pendekatan secara pribadi kepada siswa, menasihati, hingga siswa tersebut bisa berubah ke arah yang lebih baik. 

Kemampuan guru dalam mengontrol emosi ini nantinya juga bisa menjadi contoh yang baik untuk siswa. Dengan mengelola emosi dan mengubahnya menjadi energi positif, siswa juga akan terbiasa untuk tidak lagi menomorsatukan emosinya ketika keadaan tidak sesuai dengan maunya.

Tips Mengontrol Emosi untuk Guru

Berikut beberapa hal yang bisa dilakukan untuk melakukan mengontrol emosi bagi bapak/ibu guru.

1. Beristirahat Sejenak

Kita tidak bisa memprediksi kapan emosi datang, karena fakta mengatakan emosi memang datang secara mendadak dan terjadi dengan cepat. Oleh karena itu, hal pertama yang bisa dilakukan adalah menepi dan memberi waktu untuk diri beristirahat sejenak. Kita bisa menarik napas perlahan dan memberi ruang bagi diri untuk memperlambat respon yang akan terjadi akibat suatu hal yang memicu emosi.

Jika terbiasa bermeditasi, kita bisa mengandalkan teknik pernapasan yang bisa membantu menjernihkan pikiran. Dengan menarik napas dan menyadari setiap hembusan yang dikeluarkan, pikiran kita yang semula penuh dengan emosi bisa rileks kembali.

2. Menerima Segala Bentuk Emosi yang Ada

Emosi ada beragam jenisnya, mulai dari marah, kecewa, sedih, senang, takut, dan lain sebagainya. Nah, untuk bisa mengontrol emosi yang umumnya adalah emosi negatif, kita perlu menyadarinya terlebih dulu. Mengapa perlu? Dengan sadar penuh atas apa yang sedang kita rasakan, akan lebih mudah pula kita untuk mengendalikannya. 

Setelah menyadarinya, kita bisa mengubah energi yang tadinya negatif menjadi energi yang lebih positif. Sebab menolak emosi yang ada justru bisa membuat kita semakin sulit untuk mengendalikan diri.

3. Berlatih Mindfulness

Mindfulness atau memiliki kesadaran penuh mampu membantu kita untuk mengenali diri secara utuh. Kita boleh mengakui bahwa kita memang sedang berada di situasi yang tidak baik dan boleh untuk merasakan perasaan tidak menyenangkan di dalam diri. Setelah memahami diri sendiri, perlahan kita bisa mulai melihat ke sekitar dan melihat bahwa tidak semua hal harus sesuai dengan apa yang kita inginkan. Kita akan paham bahwa tidak ada yang berhak menghakimi hidup orang lain.

4. Berusaha Mengendalikan Diri

Tetap tenang dan berusaha untuk mengendalikan diri adalah cara berikutnya yang bisa dilakukan untuk mengontrol emosi. Jangan sampai apa yang kita perbuat justru melukai perasaan siswa yang sebenarnya juga sedang mengalami emosi yang belum stabil. Sadari pula bahwa bisa saja terjadi hal-hal yang tidak menyenangkan saat kita tidak bsa mengendalikan diri.

5. Memilih Cara-cara untuk Merespon Emosi

Kita tentu akan lebih tahu tentang diri kita bukan? Kita juga yang tahu bagaimana cara yang tepat untuk menghadapi situasi yang memicu emosi. Pilih cara-cara yang baik untuk merespon emosi negatif yang datang. Misalnya, bisa saja kita menyalahkan siswa atas tindakan mereka, namun dampak apa yang akan terjadi saat kita melakukannya? Apakah akan membuat suasana semakin baik atau sebaliknya?

Demikian 5 tips yang bisa digunakan untuk mengontrol emosi. Semoga informasi di atas bisa membantu bapak/ibu guru dalam menghadapi situasi yang mungkin kurang menyenangkan saat proses pembelajaran sedang berlangsung. Tidak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan, dan menyelesaikan masalah dengan marah-marah bukanlah satu-satunya jalan.

© Copyright Oleh PT Jetorbit Teknologi Indonesia.
PT Jetorbit - Jln Godean KM 4,5. Ruko Godean Permai KAV 3, Sleman, DI Yogyakarta, Indonesia