Apa Itu Musyawarah Kerja Kepala Sekolah?

Tahukah bahwa menjadi kepala sekolah bukanlah posisi yang mudah? Meski terlihat memiliki jabatan yang lebih tinggi, namun beban kerja yang diemban tentu lebih banyak. Menjadi kepala sekolah, selain memimpin sekolah namun juga harus memiliki jiwa manajerial.

Kepala sekolah perlu terus meningkatkan kompetensi yang dimiliki sehingga menjadi penting untuk bergabung bersama komunitas kepala sekolah. Seperti halnya guru yang tergabung dalam MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran), kepala sekolah juga memiliki komunitas yang disebut dengan MKKS (Musyawarah Kerja Kepala Sekolah).

Nah apa saja hal yang perlu diketahui terkait MKKS? Yuk langsung baca informasinya sampai habis.

Pengertian MKKS

Dilansir dari Wikipedia, MKKS (Musyawarah Kerja Kepala Sekolah) merupakan forum perkumpulan kepala sekolah dalam satu gugus wilayah atau kecamatan. Anggota MKKS terdiri dari kepala-kepala sekolah baik dari sekolah negeri maupun swasta dalam satu kecamatan. Dalam setiap kecamatan terdapat satu MKKS. MKKS tidak terikat secara struktural pada lembaga pendidikan lain, tetapi pengawasannya dilakukan secara berjenjang melalui pengawas sekolah di satu kecamatan tertentu.

Tujuan MKKS

MKKS dibentuk untuk meningkatkan peran kepala sekolah dalam menyelenggarakan pendidikan nasional melalui beberapa hal berikut:

  1. Meningkatkan dan mengembangkan kompetensi seorang kepala sekolah.
  2. Melaksanakan pembinaan teknis, baik dengan sesama kepala sekolah maupun dengan guru-guru yang menjadi bawahan.
  3. Memperbaiki kinerja kepala sekolah yang diimplementasikan dengan berbagi permasalahan, pengalaman, dan inovasi saat menjalankan tugas profesi.

Fungsi MKKS

Adapun fungsi MKKS sebagai komunitas kepala sekolah antara lain:

  1. Menumbuhkan semangat kerja sama antarkepala sekolah sebagai usaha untuk meningkatkan mutu pendidikan.
  2. Menjalin hubungan profesional yang baik sehingga dapat menumbuhkan rasa percaya diri dalam mengemban tugas sebagai kepala sekolah.
  3. Membina profesonalitas kepala sekolah untuk meningkatkan kompetensi seperti kepribadian, manajerial, kewirausahaan, supervisi, dan sosial.
  4. Sarana untuk menyebarkan informasi dan mengembangkan inovasi, sehingga mutu pendidikan bisa terus berkembang.
  5. Sebagai media bagi kepala sekolah untuk memberikan tanggapan atas kebijakan pemerintah serta penerapannya di sekolah.

Struktur Kepengurusan MKKS

Struktur kepengurusan MKKS terdiri dari ketua, sekretaris, bendahara, dan anggota. Pengurus dipilih melalui rapat koordinasi yang tetap mengacu pada asas musyawarah mufakat. Adapun tugas masing-masing pengurus adalah sebagai berikut.

  1. Ketua, bertugas mempersiapkan rapat koordinasi serta merencanakan kegiatan berdasarkan hasil rapat koordinasi.
  2. Sekretaris, bertugas mempersiapkan keperluan kehumasan guna menyebarkan kegiatan MKKS.
  3. Bendahara, bertugas memeriksa dan mengelola keuangan organisasi agar bisa digunakan sesuai alokasi yang telah direncanakan. Dengan begitru, tata kelola keuangan bisa dipertanggungjawabkan pada seluruh anggota.

Program Kerja MKKS

MKKS memiliki program kerja jangka pendek, menengah, dan jangka panjang. Program kerja MKKS disusun pada saat rapat kerja dan koordinasi kepala sekolah yang biasanya dilaksanakan pada awal tahun pembelajaran. Adapun program kerja MKKS meliputi bidang-bidang seperti:

1. Bidang Pengembangan

Program kerja pada bidang ini dilakukan melalui kegiatan-kegiatan pengembangan keprofesian berkelanjutan (PKB), yang meliputi:

  • Bimbingan pelaksanaan penelitian tindakan kelas
  • Mengadakan atau mengikuti seminar, simposium, lokakarya, kolokium, diskusi panel, dan aktivitas pengembangan diri lainnya.
  • Mengadakan pelatihan dan workshop untuk mengembangkan model pengelolaan sekolah.
  • Menerbitkan dan mengelola website, jurnal ilmiah, dan buletin sekolah.

2. Bidang Manajerial

  • Berperan sebagai pengawas dan evaluator
  • Membuat rencana program sekolah
  • Mengelola Standar Nasional Pendidikan
  • Menjalankan kepemimpinan di sekolah
  • Mengelola sistem informasi yang ada di lingkungan sekolah

3. Bidang Supervisi

  • Membuat rencana supervisi guru dan kependidikan serta menjalankannya
  • Mengadakan tindak lanjut hasil supervisi terhadap guru sebagai upaya meningkatkan profesionalisme
  • Mengevaluasi jalannya supervisi guru dan tenaga kependidikan
  • Mengadakan tindak lanjut dari hasil evaluasi dan melaporkannya pada guru dan tenaga kependidikan

4. Bidang Kewirausahaan

  • Merencanakan dan mengembangkan program kewirausahaan sekolah
  • Mengevaluasi jalannya kewirausahaan di sekolah

Demikian, beberapa hal yang mungkin perlu diketahui dari MKKS. Semoga informasi dari kami bisa menambah wawasan kita semua bahwa ternyata tugas kepala memanglah berat. Namun, Bapak/Ibu yang sudah diberikan amanah untuk menjadi kepala sekolah harus mampu berpartisipasi aktif dalam MKKS guna meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia :))

© Copyright Oleh PT Jetorbit Teknologi Indonesia.
PT Jetorbit - Jln Godean KM 4,5. Ruko Godean Permai KAV 3, Sleman, DI Yogyakarta, Indonesia