Mengenal Kurikulum dalam Pembelajaran

Bagi para akademisi, pasti sudah tidak asing dengan istilah kurikulum. Di Indonesia sendiri ada beberapa kurikulum yang pernah diterapkan dalam dunia pendidikan, di antaranya adalah kurikulum 1947, kurikulum 1994, kurikulum 2006, hingga kurikulum 2013.

Lalu apa yang sebenarnya dimaksud dengan kurikulum? Penasaran? Yuk simak ulasannya hingga selesai.

Pengertian Kurikulum

Istilah kurikulum berasal dari bahasa Latin “curir” yang berarti palri dan “curere” yang berarti tempat berpacu. Sehingga kurikulum dapat diartikan sebagai trek atau lajur yang harus diikuti seseorang untuk mencapai tujuannya. Sedangkan secara etimologis, kurikulum berasal dari istilah curriculum di mana dalam bahasa inggris, kurikulum adalah rencana pelajaran.

Pengertian kurikulum menurut para Ahli

Kerr, J.F (1968), kurikulum adalah semua pembelajaran yang dirancang dan dilaksanakan secara individu ataupun berkelompok, baik disekolah maupun diluar sekolah.

Inlow (1966), mengemukakan pendapatnya bahwa pengertian kurikulum adalah usaha menyeluruh yang dirancang khusus oleh pihak sekolah guna membimbing murid untuk memperoleh hasil dari pembelajaran yang sudah ditentukan.

Neagley dan Evans (1967), pengertian kurikulum adalah semua pengalaman yang telah dirancang oleh pihak sekolah.

Beauchamp (1968), pengertian kurikulum adalah dokumen tertulis yang kandungannya berisi mata pelajaran yang akan diajarkan kepada peserta didik dengan melalui berbagai mata pelajaran, pilihan disiplin ilmu, rumusan masalah dalam kehidupan sehari-hari.

Good V.Carter (1973), mengemukakan bahwa pengertian kurikulum adalah kumpulan kursus ataupun urutan pembelajaran yang sistematik. 

UU No. 20 Tahun 2003 menyatakan bahwa kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pembelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan nasional. 

Dari beberapa penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa kurikulum merupakan seperangkat peraturan mengenai isi dan bahan pembelajaran yang dipedomani dalam aktivitas belajar mengajar.

Fungsi Kurikulum

Dalam kaitannya dengan proses pembelajaran, kurikulum memiliki berbagai macam fungsi, di antaranya:

1. Fungsi Penyesuaian

Di mana kurikulum berfungsi untuk menyesuaikan diri dengan perubahan yang terjadi di lingkungannya mengingat sifat lingkungan yang dinamis atau dapat berubah-ubah.

2. Fungsi Integrasi

Kurikulum berfungsi sebagai  alat pendidikan yang mampu menghasilkan pribadi-pribadi yang utuh yang dapat dibutuhkan dan berintegrasi di masyarakat.

3. Fungsi Diferensiasi

Kurikulum sebagai alat yang memberikan pelayanan dari berbagai perbedaan di setiap siswa yang harus dihargai dan dilayani.

4. Fungsi Persiapan

Kurikulum berfungsi sebagai persiapan mengandung makna bahwa kurikulum sebagai alat pendidikan mampu mempersiapkan siswa ke jenjang selanjutnya dan juga dapat mempersiapkan diri untuk bisa hidup dan bertahan dalam masyarakat, jika tidak melanjutkan pendidikan.

5. Fungsi Pemilihan

Sebagai pemilihan kurikulum berfungsi untuk memberikan kesempatan bagi siswa dalam menentukan pilihan program belajar yang sesuai dengan minat dan bakatnya.

6. Fungsi Diagnostik

Kurikulum sebagai diagnostik mengandung makna bahwa kurikulum merupakan alat pendidikan yang mampu mengarahkan dan memahami potensi siswa serta kelemahan yang ada di dalam diri. Saat siswa telah memahami potensi dan mengetahui kelemahannya, maka diharapkan siswa dapat mengembangkan potensi dan memperbaiki kelemahannya.

Komponen Kurikulum

Soemanto, Wasty, dan Soetopo dalam buku berjudul Kepemimpinan dalam Pendidikan (1982) menyebutkan bahwa kurikulum memiliki empat komponen di antaranya: 

1. Objective (Tujuan) 

Tujuan yang dimaksud di sini adalah tujuan pendidikan yang tertulis dalam konstitusi yaitu Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Bab II Pasal 3 yaitu: "Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab." 

2. Knowledges (Pengetahuan/Materi) 

Materi dalam kurikulum berarti bahan pembelajaran yang terkandung dalam kurikulum. Kurikulum sendiri tidak boleh asal dalam penyusunannya. Kurikulum disusun dengan memerhatikan jenjang pendidikan dan aspek-aspek penting lainnya.

3. School Learning Experiences (Interaksi Belajar Mengajar di Sekolah) 

Keberhasilan kurikulum juga ditunjang dengan adanya interaksi belajar dan mengajar di sekolah antara siswa juga guru. Sistem pembelajaran, penyampaian materi, prkatikum, bimbingan, serta penyuluhan dibutuhkan untuk membantu siswa sesuai dengan tujuan pendidikan nasional. 

4. Evaluation (Penilaian)

Penilaian dibutuhkan untuk menggambarkan ketercapaian tujuan  juga keefektifan penerapan suatu kurikulum ke lingkungan pendidikan. Dengan penilaian, kurikulum bisa dikembangkan untuk mendapat sistem pengajaran yang lebih baik.

Nah, itulah tadi informasi terkait dengan kurikulum. Semoga ulasan di atas bisa menambah wawasan kita semua.
Bukan hanya kurikulum yang baik yang bisa menunjang keberhasilan proses pembelajaran, namun kita bisa juga menggunakan inovasi seperti menggunakan aplikasi belajar ataupun ujian online. Teknologi yang terdapat dalam aplikasi tersebut nantinya bisa merangsang proses kreatif guru maupun siswa. Jika ibu/bapak guru berkenan, bisa gunakan Ujione karena sudah memuat fitur lengkap yang akan mengakomodir kegiatan pembelajaran. Informasi lebih lengkap kunjungi www.ujione.id

© Copyright Oleh PT Jetorbit Teknologi Indonesia.
PT Jetorbit - Jln Godean KM 4,5. Ruko Godean Permai KAV 3, Sleman, DI Yogyakarta, Indonesia