Afektif - Mengenal Pengertian, Karakteristik, dan Jenis Penilaian

Sebagai pengajar, bapak dan ibu guru tentu sudah tidak asing dengan istilah kognitif, afektif, dan psikomotor bukan? Hal tersebut tentu sudah sangat sering ditemui dalam proses pembelajaran. Ketiga aspek tersebut penting dalam proses penilaian siswa setelah berhasil menyelesaikan kegiatan pembelajaran. 

Pada saat mengajar, bapak/ibu guru pasti sudah tidak asing dengan berbagai karakter dan perilaku peserta didik di kelas. Banyaknya karakter semacam itu tentu akan menjadi tantangan bagi kita, guru, yang berupaya untuk membuat seluruh siswa mencapai hasil yang maksimal. Meski begitu, kita tetap harus berusaha untuk memperhatikan siswa di kelas agar mereka dapat tumbuh dan berkembang menjadi pribadi yang lebih baik.

Oleh karena itu, sebenarnya, proses pembelajaran tidak hanya berfokus pada unsur kecerdasan siswa atau aspek kognitif saja, melainkan juga sikap, perilaku, serta emosi atau yang biasa dikenal dengan aspek afektif. Lantas, apa afektif itu?

Berikut akan disampaikan terkait pengertian afektif, karakteristiknya, serta jenis penilaian apa saja yang harus diperlukan agar aspek afektif ini bisa tercapai secara maksimal.

Pengertian Afektif

Secara umum pengertian afektif adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan sikap, watak, perilaku, emosi, minat, serta nilai yang terdapat pada diri individu. Aspek afektif digunakan untuk mengetahui perilaku dan sikap siswa dalam segala interaksi selama masa menuntut ilmu di sekolah. Aspek afektif masih erat kaitannya dengan kognitif, sehingga secara umum  semakin tinggi tingkat kekuasaan kognitif seseorang, semakin mudah untuk memperkirakan perubahan perilakunya. Meski tidak selalu seperti itu kenyataan yang terjadi di lapangan.

Pengertian Afektif Menurut Ahli

Adapun pengertian afektif menurut para ahli adalah sebagai berikut.

  1. Menurut Sudjana, afektif adalah aspek yaitu berhubungan dengan sikap dan nilai.
  2. Menurut David R. Krathwohl, afektif merupakan perilaku yang memberatkan perasaan, emosi, atau derajat tingkat penolakan atau penerimaan terhadap suatu objek.
  3. Menurut Syamsu Yusuf, afektif adalah tingkah laku yang mengandung penghayatan suatu emosi atau perasaan tertentu.
  4. Menurut Popham, afektif disebut juga sebagai ranah yang menentukan tingkat keberhasilan seseorang.

Karakteristik Afektif

1. Receiving or Attending (Menerima atau Memerhatikan)

Receiving atau attending bisa dinilai dari kepekaan seseorang ketika menerima sebuah rangsangan. Namun, di dalam dunia pendidikan, receiving atau attending ini sering diartikan sebagai kemauan siswa untuk memperhatikan suatu kegiatan atau objek pembelajaran. Pada tahap ini siswa dibina untuk mau menerima nilai-nilai yang diajarkan, sesuai dengan ketetapan kurikulum dan tanggungjawab pengajar.

2. Responding (Menanggapi)

Responding dalam proses pembelajaran, bisa diartikan sebagai kemampuan untuk mengikutsertakan diri secara aktif dalam kegiatan belajar. Dengan adanya karakteristik ini pula, guru bisa menilai bagaimana siswa menanggapi masukan informasi yang diberikan melalui materi pembelajaran tersebut.

3. Valuing (Menghargai)

Valuing bisa diartikan sebagai kemampuan untuk menghargai suatu proses yang telah dilakukan. Pada tahap ini siswa dibina agar selain dapat menerima dan menanggapi materi, siswa juga dapat dan mau memberikan sebuah penilaian terhadap konsep maupun materi yang dipelajari.

4. Organization (Mengorganisasikan)

Setelah melakukan kegiatan menilai serta menghargai, siswa diharapkan mampu menemukan perbedaan nilai yang ditemukan. Dari perbedaan nilai yang saling berhubungan, dapat dibentuk dan dikembangkan sebuah nilai baru yang bersifat universal. Kemampuan pengembangan nilai inilah yang dinamakan organization.

5. Characterization by evalue or calue complex (karakteristik dengan suatu nilai atau kompleks nilai)

Characterization merupakan tingkatan tertinggi dari jenjang penilaian aspek afektif. Dalam tahap ini terjadi keterpaduan dari semua sistem nilai yang dimiliki oleh seorang siswa. Keterpaduan inilah yang kemudian mampu mempengaruhi dan membentuk pola kepribadian, tingkah laku, dan tindakan yang akan dilakukan siswa.

Jenis Penilaian Afektif

Selama ini, beberapa instansi pendidikan mungkin hanya berfokus pada kegiatan penilaian di ranah kognitif. Akibatnya, banyak siswa berlomba untuk mendapatkan nilai terbaik namun mengabaikan aspek sikap, karakter, ataupun nilai-nilai berbudi luhur.

Oleh karena itu, penilaian afektif juga menjadi salah satu bagian penting dari proses penilaian siswa secara keseluruhan. Penilaian tidak lagi hanya dilakukan dengan menggunakan tes, tetapi juga melalui non-tes untuk menilai aspek afektif tadi.

Adapun penilaian non-tes untuk menilai aspek afektif yang bisa dilakukan adalah sebagai berikut:

1. Observasi

Kegiatan observasi bisa dilakukan pada saat kegiatan pembelajaran di kelas. Untuk menguatkan hasil observasi, guru bisa membuat lembar observasi, baik secara terbuka maupun tertutup.

2. Jurnal

Jurnal merupakan salah satu bentuk penilaian yang cukup efektif karena bisa digunakan untuk mencatat sikap dan perilaku peserta didik dalam jangka waktu tertentu, misal satu semester. Guru bisa menuliskan catatan perilaku baik maupun yang kurang baik. Catatan tersebut nantinya juga bisa digunakan sebagai bahan evaluasi terhadap sikap siswa. 

3. Penilaian Antarteman

Menilai siswa tidak selalu harus dilakukan guru. Penilaian sikap atau aspek afektif ini juga bisa dilakukan oleh teman, dengan syarat harus dengan objektivitas tinggi. Artinya, pendapat setiap teman harus benar-benar objektif. Penilaian bisa dilakukan menggunakan lembar penilaian yang di dalamnya memuat butir-butir pernyataan sikap positif.

4. Penilaian Diri

Selain dinilai oleh guru dan teman, siswa yang bersangkutan juga bisa melakukan penilaian terhadap dirinya sendiri. Penilaian bisa dilakukan dengan mendeskripsikan kelebihan maupun kekurangan diri serta menyebutkan kesuksesan apa saja yang sudah diraih dalam jangka waktu tertentu.

Demikianlah, informasi terkait afektif yang bisa disampaikan. Semoga bermanfaat khususnya untuk bapak/ibu guru semua. Mendidik bukan hanya melahirkan siswa dengan prestasi akademik yang baik, melainkan juga dengan akhlak dan karakter yang juga sama baiknya pula.

© Copyright Oleh PT Jetorbit Teknologi Indonesia.
PT Jetorbit - Jln Godean KM 4,5. Ruko Godean Permai KAV 3, Sleman, DI Yogyakarta, Indonesia