Cara Merumuskan Indikator Pencapaian Kompetensi

Bagi bapak/ibu guru, istilah Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) mungkin tidak lagi terdengar asing. Namun bagi sebagian bapak/ibu guru muda atau calon guru, masih ada yang bingung dengan istilah IPK ini. 

Seperti yang kita tahu, bahwa dalam kegiatan mengajar erat kaitannya dengan kurikulum yang tertuang dalam Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar. Selanjutnya, KI dan KD ini kemudian harus dijabarkan secara mandiri menjadi indikator pencapaian kompetensi atau IPK.

Pada artikel kali ini, akan disajikan informasi terkait pengertian, fungsi, dan cara merumuskan indikator pencapaian kompetensi.

Pengertian Indikator Pencapaian Kompetensi

Indikator Pencapaian Kompetensi digunakan sebagai penanda pencapaian kompetensi dasar yang ditandai oleh perubahan perilaku yang dapat diukur. Pengembangan indikator pencapaian kompetensi ini disesuaikan dengan karakteristik siswa, mata pelajaran, satuan pendidikan, potensi daerah serta dirumuskan menggunakan kata kerja operasional yang terukur.

IPK dirumuskan dalam bentuk kalimat dengan menggunakan kata kerja operasional (KKO). Kata kerja operasional yang dimaksud di sini adalah sebuah aktivitas yang dilakukan siswa guna menunjukkan kompetensinya.

Fungsi Indikator Pencapaian Kompetensi

Berikut adalah beberapa fungsi IPK yang perlu diketahui:

  1. Membantu guru dalam mengembangkan materi pembelajaran yang akan disampaikan.
  2. Membuat desain kegiatan pembelajaran.
  3. Merancang dan melaksanakan penilaian hasil belajar.
  4. Membantu siswa dalam mempersiapkan diri mengikuti penilaian tes maupun non-tes.
  5. Bagi kepala sekolah, digunakan untuk memantau dan mengevaluasi keterlaksanaan pembelajaran.

Cara Merumuskan Indikator Pencapaian Kompetensi

1. Menganalisis Tingkat Kompetensi yang Digunakan pada Kompetensi Dasar

Pada tahap ini, seorang guru melakukan hal-hal sebagai berikut:

  1. Memahami kata kerja operasional yang terdapat dalam Taxonomi Bloom
  2. Menetapkan kompetensi dasar yang akan dijadikan sebagai indikator
  3. Menentukan kata kerja dari kompetensi dasar sesuai dengan Taxonomi Bloom

2. Menganalisis Indikator Berdasarkan Tingkat UKRK (Urgensi, Kontinuitas, Relevansi, Keterpakaian) Kompetensi pada Kompetensi Dasar

Pada tahap ini, ada detail hal yang perlu diperhatikan, di antaranya menjadikan UKRK sebagai kriteria dalam memilih dan memilah ketepatan indikator kunci atau indikator penunjang. Kategorikan Indikator yang perlu diperhatikan antara lain,

  1. Indikator Kunci
  • Buat indikator yang memenuhi kriteria UKRK.
  • Menggunakan kompetensi minimal yang terdapat pada KD untuk membuat indikator.
  • merumuskan  sasaran untuk mengukur ketercapaian standar minimal dari KD.
  • Seluruh kriteria di atas, dinyatakan secara tertulis dalam pengembangan RPP dan harus dilaksanakan dalam pelaksanaan proses pembelajaran.
  1. Indikator Pendukung atau indikator prasyarat
  • Buatlah indikator pendukung yang mampu membantu peserta didik memahami indikator kunci.
  • Kompetensi yang digunakan pada bagian ini dikaitkan dengan indikator kunci yang dipelajari.
  1. Indikator Pengayaan
  • Sesuai dengan namanya, maka indikator ini dibuat melebihi tuntutan kompetensi dari standar minimal.
  • Indikator pengayaan tidak harus selalu ada. 
  • Dirumuskan apabila siswa berpotensi memiliki kompetensi yang lebih tinggi dan perlu peningkatan dari standar minimal.

Nah, itulah tadi informasi terkait indikator pencapaian kompetensi. Semoga dengan artikel di atas, bapak/ibu guru makin semangat dalam merumuskan indikator pencapaian kompetensi. Semoga kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan selalu berhasil menciptakan siswa-siswa berkarakter.

© Copyright Oleh PT Jetorbit Teknologi Indonesia.
PT Jetorbit - Jln Godean KM 4,5. Ruko Godean Permai KAV 3, Sleman, DI Yogyakarta, Indonesia